Saipul Jamil Jalani Tes Psikologi Forensik Pekan Depan

Sabtu, 20 Februari 2016 | 21:00 WIB
Saipul Jamil Jalani Tes Psikologi Forensik Pekan Depan
Saipul Jamil usai menjalani tes kesehatan di Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Sabtu (20/2/2016). [suara.com/Wahyu]

Suara.com - Tersangka kasus pencabulan terhadap remaja lelaki di bawah umur, Saipul Jamil akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada pekan depan.

Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Musyafak mengatakan, mantan suami Dewi Perssik itu akan diperiksa terkait kejiwaannya.

"Pemeriksaan lebih lanjut terkait aspek kejiwaan atau psikolog forensik oleh psikolog. Pemeriksaan kemungkinan minggu depan, dilakukan pemeriksaan," ujar Musyafak di Bidokkes Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (20/2/2016).

Lebih lanjut, hasil pemeriksaan bekas air liur yang ada di tubuh DS, kata Musyafak, masih menunggu hasil dari forensik.

"Itu (air liur) sudah diambil di hari pertama dan sudah dibawa ke foresik. Hasil pemeriksaan masih menunggu, karena masih diperiksa DNA-nya. Kita tunggu saja," katanya.

Musyafak menambahkan, kemungkinan akan memeriksa psikologi untuk mengetahui orientasi seksual Saipul Jamil.

"Arah ke sana (pemeriksaanya). Minggu depan, Senin atau Selasa akan dilaksanakan psikologi forensik," ungkapnya.

Berdasarkan Wikipedia, psikologi forensik adalah penelitian dan teori psikologi yang berkaitan dengan efek-efek dari faktor kognitif, afektif, dan perilaku terhadap proses hukum. Beberapa akibat dari kekhilafan manusia yang mempengaruhi berbagai aspek dalam bidang hukum adalah penilaian yang bias, ketergantungan pada stereotip, ingatan yang keliru, dan keputusan yang salah atau tidak adil.

Karena adanya keterkaitan antara psikologi dan hukum, para psikolog sering diminta bantuannya sebagai saksi ahli dan konsultan ruang sidang. Aspek penting dari psikologi forensik adalah kemampuannya untuk mengetes di pengadilan, reformulasi penemuan psikologi ke dalam bahasa legal dalam pengadilan, dan menyediakan informasi kepada personel legal sehingga dapat dimengerti. Maka dari itu, ahli psikologi forensik harus dapat menerjemahkan informasi psikologis ke dalam kerangka legal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI