Interview: Kehidupan Kirana Larasati Setelah Mantap Berpolitik

Fajarina Nurin | Ismail
Interview: Kehidupan Kirana Larasati Setelah Mantap Berpolitik
Aktris Kirana Larasati ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018). [Suara.com/Wahyu Tri Laksono]

Kirana Larasati bercerita soal kehidupan pribadinya setelah mantap terjun ke politik.

Suara.com - Artis Kirana Larasati sudah siap dengan berbagai hujatan karena memilih mengikuti politik praktis. Bahkan artis ibu satu anak itu, siap bersaing menjadi caleg di Wilayah Cimahi, Bandung, Jawa Barat.

Saat ini, bintang film Slank Nggak Ada Matinya itu sudah beberapa kali ikut di acara partai yang mengusungnya. Aktivitas padatnya pun seakan menjadi-jadi. Bahkan, waktu tidurnya semakin terbatas.

Walau sibuk menjadi politisi, kodratnya sebagai seorang ibu masih terus dilaksanakan dengan baik. Bahkan, tugasnya mengantar anak ke sekolah masih dilakukan setiap hari.

Berikut wawancara Suara.com dengan Kirana Karasati beberapa waktu yang lalu saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Sibuk sama dunia politik, bagaimana dengan dunia keartisan kamu?
Membatasi. Tapi kemarin ada tawaran syuting film. Di saat kampanye, alhamdulillah masih ada (tawaran), tapi berhubungan sama kampanye juga.

Bagaimana kamu mengurus anak di saat kamu sibuk?
Tetap urus anak. Anak saya sekolah Senin, Selasa, dan Rabu, sisanya saya kampanye.

Artinya bakal sering meninggalkan anak?
Berusaha seminimal mungkin untuk ditinggalkan. Jadi pagi saya antar sekolah, nanti dijemput sama neneknya. Saya ngurusin acara-acara atau meeting-meeting, nanti malam ketemu lagi. Sebisa mungkin saya pulang cepat.

Ajak anak di saat kamu kampanye?
Kalau masalah ke dapil karena keluarga anak saya juga ada di Bandung, jadi sebenarnya bukan hal yang sulit membagi waktu. Jadi sekolah Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Jumat, Sabtu, Minggu kalau saya di dapil di Bandung anak saya ikut. Jadi bisa tinggal di rumah neneknya, atau sama saya juga.

Sebenarnya kamu lebih suka jadi artis apa politisi?
Ternyata lebih senang di artis. Jadi kalau tadi melihat saya datang ke kantor ini agak lesu, karena sebenarnya ngantuk. Ternyata politik ini sungguh lelah, tidurnya lebih malam.

Tapi kamu tetap mau lanjut, meskipun jam tidur kamu semakin berkurang?
Lanjut dong. Masa belum juga mulai sudah mundur aja, itu namanya kalah sebelum bertarung.

Bagaimana dengan komentar warganet yang bersifat negatif, karena kamu tak punya pengalaman dari politik?
Biarinlah netizen. Biar jadi netizen nggak usah ke politik. Kalau kita meneliti, yang jadi politisi nggak semua sekolah politik. Skill senior kita ini kan bisa bagus karena dari pengalaman. Kalau kita nggak pernah memulai, gimana kita mau jadi sesuatu yang baik. Tahan-tahan lah gimana alam ini menyeleksinya.

Persaingan kamu dengan artis lain?
Kalau jadi persaingan memang, itu persaingan elektoral cuma itu akan jadi seleksi alam.

Apa kamu punya cara atau startegi untuk menang jadi wakil rakyat?
Ada beberapa faktor yang bisa membuat menang, seperti terjun ke dapil, strategi. Kemenangan, program yang dibuat mungkin kalau sering di tv, bisa jadi menang. Itu beberapa faktor kemenangan. Makin dikenal. makin disukai. Menurut saya, persaingan ini bukan hal yang menakutkan. Tidak ada pengorbanan yang terbuang sia-sia. Pengorbannya seperti apa, ya kita harus terjun ke dapil, kita kenal konsekuensinya. Nah, kalau itu sudah dijalankan, otomatis bisalah memenangkan persaingan ini.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS