alexametrics

Perjuangan Sandhy Sondoro Hidup di Jerman, Pernah Jadi Cleaning Service

Ferry Noviandi | Rena Pangesti
Perjuangan Sandhy Sondoro Hidup di Jerman, Pernah Jadi Cleaning Service
Sandhy Sondoro (Ismail/Suara.com)

Sandhy Sondoro juga sering mengamen di Jerman.

Suara.com - Sandhy Sondoro menceritakan perjuangannya bertahan hidup selama kuliah di Jerman. Bukan hanya sekadar mengamen, ia juga pernah melakoni pekerjaan bersih-bersih.

 “Jadi cleaning service, di Jerman," kata Sandhy Sondoro dalam tayangan Okay Bos di Trans 7, Kamis (2/4/2020).

Selain digunakan membiayai kuliah, Sandhy Sondoro yang menekuni dunia musik di sana harus juga mencari tambahan uang sebagai modal.

Baca Juga: Sandhy Sondoro Diam-diam Sudah Punya Pacar di Jerman

Usahanya pun tak selalu mulus, sebab lelaki 46 tahun ini harus melakukan pekerjaan diam-diam. Lantaran izin bekerja pelantun "Tak Pernah Padam" ini hanya sekadar bermusik.

"Izin di sana gue hanya bisa bermusik, terus kalau lagi (kerja) cuci piring dan ada pemeriksaan imigrasi, disidak," jelas Sandhy Sondoro.

Penyanyi solo Sandhy Sondoro [suara.com/Wahyu Tri Laksono]
Penyanyi solo Sandhy Sondoro [suara.com/Wahyu Tri Laksono]

Hukumannya pun tak main-main, menurut Sandhy Sondoro, mereka yang melakukan pekerjaan itu secara ilegal akan dideportasi dari Jerman. Beruntung, penyanyi 46 tahun ini tidak sampai mengalami hal itu.

Sandhy Sondoro menambahkan, peraturan di Jerman memang cukup ketat. Salah satunya adalah melarang pengamen di subway.

"Sama seperti di sini, ada petugasnya juga. Sebenarnya boleh ngamen, tapi harus (melewati serangkaian) izin dulu. Kadang mainnya ilegal aja, kalau ketahuan bilang enggak tahu. Hahaa, tapi jangan dicontoh ya," kata Sandhy Sondoro.

Baca Juga: Ayah Sandhy Sondoro Meninggal Dunia

Komentar