alexametrics

Uki eks NOAH Sebut Musik Maksiat, Ustaz Solmed: Ada Dalilnya

Sumarni | Evi Ariska
Uki eks NOAH Sebut Musik Maksiat, Ustaz Solmed: Ada Dalilnya
Ustaz Solmed [Instagram]

"Itu semua memiliki dasar dan dalil masing-masing sehingga harus saling menghargai dan menghormati," katanya.

Suara.com - Ustaz Solmed ikut menyoroti pernyataan Uki eks NOAH yang menyebut musik sebagai pintu maksiat. Dia bilang, memang ada perdebatan soal hal itu sedari dulu.

"Ya persoalan nyanyian, musik, ini adalah persoalan yang sampai hari ini bahkan sampai hari kiamat ya, ada sejak dari dulu memang terdapat perbedaan pendapat," kata Ustaz Solmed saat dikonfirmasi, Senin (2/8/2021).

"Ada yang mengatakan bahwa musik itu sesuatu yang mubah, boleh-boleh saja. Ada yang mengatakan bahwa musik itu haram mutlak. Ada yang mengatakan musik itu haram tapi dengan catatan," sambungnya.

Kendati begitu, menurut suami April Jasmine ini, hal tersebut tak bisa dijadikan perdebatan. Kembali lagi kepada dalil siapa yang diikuti.

Baca Juga: Intip Rumah 5 Ustaz Tajir Indonesia, Ada yang Padukan Gaya Eropa dan Timur Tengah

Uki NOAH [Instagram]
Uki NOAH [Instagram]

"Intinya semua pendapat memiliki dasar, memiliki dalil yang bisa dipertanggungjawabkan. Baik yang menyampaikan musik itu boleh maupun musik itu sesuatu yang diharamkan," terangnya.

Beberapa sahabat Nabi pun dikatanya menghalalkan musik.

"Itu semua memiliki dasar dan dalil masing-masing sehingga harus saling menghargai dan menghormati. Bahkan beberapa sahabat Nabi ya banyak menghalalkan musik. Ada Abdullah bin Jafar misalnya dan lain-lain," tuturnya.

Sebelumnya, Uki eks NOAH menyatakan menjauhi musik setelah hijrah. Belum lama ini ia membuat pernyataan musik adalah pintu maksiat.

Apabila seseorang tidak lagi berurusan dengan musik, otomatis ia juga akan menutup pintu-pintu berbau haram atau hal yang dilarang.

Baca Juga: Uki eks NOAH Sebut Musik Haram, Ustaz Zacky Mirza Bicara Dalil

"Jadi dari segi musiknya, karena ketika musik itu nggak kalian lakukan, otomatis kalian menutup pintu khamar (minuman keras), rokok juga, terus bercampur dengan wanita. Ya, jadi dengan menutupnya pintu musik dan industri musik, kalian itu menutup banyak hal yang sifatnya mudharat (merugikan)," tutur Uki.

Komentar