alexametrics

Dikalahkan Ria Ricis, Atta Halilintar Akui Tak Kesal

Sumarni | Yuliani
Dikalahkan Ria Ricis, Atta Halilintar Akui Tak Kesal
Ria Ricis dan Atta Halilintar. (Suara.com/Instagram)

Ra Ricis berhasil mengalahkan Atta Halilintar dalam jumlah subscriber YouTube.

Suara.com - Atta Halilintar memberi selamat kepada Ria Ricis karena telah mengalahkan jumlah subscriber YouTubenya. Kini posisi YouTuber nomor satu se-Asia dipegang Ria Ricis.

"Kalau aku kasih selamat juga yah. Ikut seneng apalagi dari Indonesia juga yang nyaingin, Itu hal yang baik," ungkap Atta Halilintar di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (20/11/2021).

Atta Halilintar [Instagram/attahalilintar]
Atta Halilintar [Instagram/attahalilintar]

Kesuksesan Ria Ricis pun bukan hal yang mengagetkan bagi Atta Halilintar. Sebab, sejak awal berkarier, keduanya memang bersaing ketat.

"Emang dari dulu Ricis itu dibatas subscriber aku dari awal banget. Alhamdulillah sempet di waktu itu sempet jadi yang pertama. Kalau sekarang angka bukan yang pertama buat aku," terangnya.

Baca Juga: Kasus Mafia Tanah Nirina Zubir Jadi Isu Nasional, Ria Ricis Ungkap Malam Pertama

Tak ada rasa iri dengki yang dirasakan Atta Halilintar kepada Ria Ricis. Saat ini, dia memang lebih santai dalam membuat konten.

Ria Ricis (Sumarni/Suara.com)
Ria Ricis (Sumarni/Suara.com)

"Nggak ada sih. Sekarang aku lebih enjoy. Dulu kan aku upload sehari bisa tiga sampai empat konten. Gila banget. Sekarang udah nggak kaya dulu. Itulah proses," tuturnya.

"Aku juga bilang di beberapa podcast, siapapun (YouTube nya) lebih bagus atau lebih baik banyak kok," imbuhnya.

Atta Halilintar [Suara.com/Sumarni]
Atta Halilintar [Suara.com/Sumarni]

Ria Ricis mengokohkan diri sebagai YouTuber dengan subscriber terbanyak se-Asia. Dia kini telah menyalip jumlah subscriber YouTube Atta Halilintar.

Kini, akun YouTube istri Teuku Ryan itu mempunyai pengikut sebanyak 28,3 juta. Sedangkan Atta Halilintar bertahan di angka 28,1 juta subscriber.

Baca Juga: Restui Adik yang Ingin Menikah Muda, Alasan Atta Halilintar Bijaksana

Komentar