Suara.com - Henricus Pria, sineas terduga pelaku pelecehan seksual menjadi satu dari 89 juri nominasi Festival Film Indonesia 2022. Gara-gara hal tersebut, FFI menuai kecaman publik.
Soal itu, apa tanggapan FFI? Mewakili ajang penghargaan ini, Reza Rahadian selaku Ketua Komite FFI angkat bicara.
![Reza Rahadian (tengah) saat ditemui di Jakarta, Jumat (11/11). [Suara.com/Oke Atmaja]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/11/11/64217-reza-rahadian.jpg)
"Juri sudah diumumkan tadi, itu mungkin harusnya ditanyakan ke BPI (Badan Perfilman Indonesia)," kata Reza Rahadian usai konferensi pers di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan pada Jumat (11/11/2022).
Bintang film Habibie & Ainun ini menegaskan, bukan ranahnya menjawab hal tersebut. "Itu domainnya BPI untuk menjawab, makasih."
Dalam konferensi pers tadi, Komite FFI telah mengumumkan 24 juri akhir. Namun dalam daftar, memang tidak ada nama Henricus Pria.
![Pemeran film bersama produser serta sutradara film Penyalin Cahaya usai dinobatkan menjadi film terbaik dan meraih 12 Piala Citra di gelaran Festival Film Indonesia di JCC Senayan, Rabu (10/11/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/11/30017-film-penyalin-cahaya-festival-film-indonesia-suaracomalfian-winanto.jpg)
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, pihak dari Humas penyelenggara FFI menjanjikan akan memberi rilis terkait polemik tersebut.
Sebagai informasi, kasus Henricus Pria, terduga pelaku pelecehan seksual sempat viral di Twitter pada Januari 2022. Henricus masuk dalam tim produksi film Penyalin Cahaya yang bertugas membuat skenario film.
"Berdasarkan informasi yang kami terima dari suatu komunitas yang mengelola pelaporan terhadap peristiwa pelecehan seksual, kami mendapati sebuah nama dari tim film 'Penyalin Cahaya' tercatat sebagai terlapor akan dugaan perbuatan di masa lalunya," demikian keterangan dari Wregas Bhanuteja, Sutradara Penyalin Cahaya di Instagram.
Atas tindakan itu, tim dari film Penyalin Cahaya telah menghapus nama terlapor dari kredit film.