Reuni Para Bintang di Laut Bercerita: Reza Rahadian Tetap Biru Laut, Dian Sastrowardoyo Ganti Peran

Selasa, 24 Februari 2026 | 19:33 WIB
Reuni Para Bintang di Laut Bercerita: Reza Rahadian Tetap Biru Laut, Dian Sastrowardoyo Ganti Peran
Penampilan Reza Rahadian dan Eva Celia di film Laut Bercerita. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Film panjang adaptasi novel Laut Bercerita akan tayang pada 2026, resmi diumumkan dalam konferensi pers 24 Februari 2026 di Jakarta.
  • Film ini disutradarai Yosep Anggi Noen, menampilkan Reza Rahadian sebagai Biru Laut dan Dian Sastrowardoyo sebagai Kasih Kinanti.
  • Film ini fokus menghidupkan kembali semangat perjuangan aktivis muda 90-an serta memotret luka mendalam keluarga yang ditinggalkan.

Suara.com - Penantian panjang para pembaca setia novel Laut Bercerita untuk melihat kisah Biru Laut dalam layar lebar segera terwujud. 

Setelah sukses dengan versi film pendeknya pada 2017, Palari Films bersama Pal Eight Pictures resmi memperkenalkan jajaran pemain dan merilis teaser perdana film panjang Laut Bercerita.

Momen tersebut berlangsung dalam konferensi pers yang digelar di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Februari 2026.

Film yang diadaptasi dari novel best-seller karya Leila S Chudori ini akan disutradarai oleh Yosep Anggi Noen

Proyek ini tidak hanya menjadi sekadar alih wahana, tetapi sebuah upaya untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang perjuangan, persahabatan, dan harapan anak muda di era 90-an.

Penampilan Dian Sastrowardoyo di film Laut Bercerita. [Instagram]
Penampilan Dian Sastrowardoyo di film Laut Bercerita. [Instagram]

Menulis skenario dari novel yang telah memasuki cetakan ke-116 tentu bukan perkara mudah.

Leila S Chudori, yang kali ini juga bertindak sebagai penulis skenario bersama Anggi Noen, menekankan pentingnya "keikhlasan" dalam proses alih wahana ini.

Menurutnya, medium film memiliki keterbatasan durasi yang berbeda dengan buku.

"Di awal meeting, saya selalu ingat kalimat pertama Mas Anggi. Kita harus ikhlas ya sama adegan-adegan yang mungkin kita enggak bisa masukin padahal kita sayang sama adegan itu," kata Leila dalam konferensi pers.

Baca Juga: Dijuluki The Next Reza Rahadian Gegara Film Tayang Tiap Bulan, Oki Rengga: Aku Malu!

Leila menjelaskan bahwa draf skenario mengalami beberapa kali revisi untuk memastikan alur penceritaan tetap dinamis di layar lebar. 

Dia memilih untuk fokus pada jiwa dan pilar utama cerita ketimbang mengikuti bab demi bab secara harfiah.

Konferensi pers film Laut Bercerita yang digelar di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). Film garapan sutradara Yosep Anggi Noen ini akan tayang pada 2026 ini. [Tiara Rosana/Suara.com]
Konferensi pers film Laut Bercerita yang digelar di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). Film garapan sutradara Yosep Anggi Noen ini akan tayang pada 2026 ini. [Tiara Rosana/Suara.com]

"Kalau kita maksa-maksain semua, kadang-kadang nanti 'kok jomplang ya'. Jadi kita really need to be realistis saja bahwa this is a movie. Kita ambil jiwanya, karakternya tentu sama, tapi there’s no way kita akan persis seperti buku," imbuhnya.

Aktor utama Reza Rahadian kembali didapuk memerankan sosok Biru Laut.

Bagi aktor 38 tahun ini, keterlibatannya dalam proyek film panjang ini adalah keputusan tanpa syarat.

Dia mengaku sudah jatuh cinta pada proyek ini bahkan sebelum membaca naskah lengkapnya.

"2023 pertama kali dengar beritanya kayaknya mau jalan nih. 2024 itu pertama kali dengar officially. Wah, senang banget. Saya waktu itu cuma bilang gini, 'terserah apa pun, pokoknya gue mau.' Enggak ada A-B-I-B-U-B-E-B-O, langsung iya," ucap Reza di lokasi yang sama.

Berbeda dengan versi film pendeknya yang fokus pada satu peristiwa spesifik, Reza menyebut versi film panjang ini akan mengeksplorasi kedalaman persahabatan Geng Winatra dengan lebih manusiawi. 

Penonton akan diajak melihat bagaimana para aktivis mahasiswa ini bertemu dan membangun gerakan dari nol.

"Persahabatan itu dimulai dari situ, dari saling tidak tahu gitu. Ini adalah anak-anak muda yang ternyata semuanya punya jiwa ingin membuktikan dirinya, menunjukkan rasa cintanya pada negeri ini yang kemudian menyuarakan dengan berbagai macam cara," tutur Reza.

Perubahan signifikan terjadi pada Dian Sastrowardoyo. Jika pada film pendek 2017 dia memerankan Ratih Anjani, kekasih Laut, kini dia bertransformasi menjadi Kasih Kinanti, pimpinan pergerakan mahasiswa. 

Dian mengaku sangat mengagumi karakter Kinan sejak pertama kali membaca novelnya.

"Di film pendek saya jadi Anjani, pacarnya Laut. Susah banget itu. Tapi sebenarnya memang pas baca novelnya aku ngefans bangetnya sama karakter Kinan. Dan di sini aku bersyukur banget akhirnya dapat kesempatan diperbolehkan untuk memerankan Kinan," tutur Dian.

Menurut perempuan 43 tahun ini, Kinan adalah sosok inspiratif yang mampu menggerakkan massa dengan kecerdasannya. 

"Kinan itu knowledgeable banget dan dia bisa meyakinkan adik-adik kelas untuk bisa dari enggak tahu apa-apa soal pergerakan jadi ngerti dan jadi pengin ikut gabung," ucapnya.

Dian Sastrowardoyo juga memberikan apresiasi kepada Eva Celia yang kini mengambil alih peran Anjani.

Menurutnya, Eva berperan dengan sangat baik, bahkan lebih baik daripada dirinya beberapa tahun lalu.

"Bangga banget karena di film panjang ini kita punya Eva Celia yang dengan sangat bagus, bahkan kayaknya jauh lebih bagus daripada pas saya memerankan Anjani. Dia lebih-lebih menghidupkan karakter Anjani dengan sangat baik," imbuhnya.

Mengenai konteks sejarah film ini, Dian melihatnya sebagai perayaan semangat zaman. 

"Ini adalah sebuah perayaan tentang bagaimana ada semangat anak-anak muda yang ingin mencintai bangsanya dengan cara mereka sendiri," kata Dian.

"Gejolak anak muda merasa terpanggil membela masyarakat yang tidak punya suara itu sudah terjadi beberapa kali dalam bangsa ini. Ini sesuatu yang berulang, sejarah yang berulang."

Sisi emosional film ini juga diperkuat melalui sudut pandang keluarga yang ditinggalkan. 

Yunita Siregar, yang memerankan Asmara Jati (adik Laut), menjelaskan betapa berat beban karakter yang ia mainkan sebagai penopang keluarga di tengah ketidakpastian.

"Karakter Asmara ini jujur sangat menantang buat aku. Karena dia di sini sebagai pilar penyangga emosional di keluarga ini," ujar Yunita.

"Dia satu-satunya yang harus bisa bertahan supaya keluarga tetap tidak luruh untuk menghadapi duka. Uniknya, Asmara ini mengemas duka itu dengan sunyi. Justru sebenarnya di balik dukanya, lukanya jauh lebih dalam." 

Luka yang mendalam itu pun dirasakan oleh aktris senior Christine Hakim yang berperan sebagai Ibu Arya Wibisono (ibu Laut).

Christine tampak sangat emosional saat memberikan tanggapannya usai menyaksikan cuplikan perdana film tersebut.

"Hati saya berat sekali bagi seorang ibu. Kehilangan ini sebetulnya yang lebih berat karena adanya sebuah harapan. Harapan bahwa dia suatu hari akan kembali. Jadi saya tidak bisa membayangkan duka itu," ucap Christine sambil menahan tangis.

Christine Hakim juga menyoroti pesan kemanusiaan yang lebih luas dalam film ini. 

"Dalam perjalanan saya ke mancanegara, banyak sekali isu muncul seperti human rights, tapi saya tidak pernah mendengar ada human rescue. Inilah yang menjadi pesan buat saya pribadi," tutur Christine.

"Sangat mudah sekali mengambil hak yang sebetulnya adalah hak prerogatif dari Tuhan yang memberikan nyawa. Tapi makhluk ciptaan-Nya ini semena-mena mengambil nyawa manusia lain," katanya menyambung.

Yosep Anggi Noen, sang sutradara memikul tanggung jawab besar untuk menciptakan visual yang autentik.

Baginya, riset untuk set tahun 90-an adalah tantangan terberat agar penonton percaya pada dunia yang diciptakan.

"Kalau risetnya salah dikit saja, mungkin akan kayak ada bolong. Kita cari existing location yang visualnya masih seperti tahun 90-an, jalan-jalan, rumah, baru kemudian kita tempel dengan detail properti," imbuh Anggi.

Tak main-main, Anggi bahkan menggunakan dua konsultan fotografi untuk memastikan akurasi penggunaan lampu kilat (blitz) dan warna pada masa itu.

"World building-nya salah, akting aktornya mau sekuat apa pun, skenarionya mau sekuat apa pun, pasti penonton tidak percaya pada dunianya," ujarnya.

Meskipun berlatar belakang tragedi 1998 yang kelam, tim produksi sepakat bahwa film ini bukan sekadar film politik yang gelap. 

Reza Rahadian justru menyebut film ini akan terasa menyenangkan karena menonjolkan sisi anak muda yang penuh semangat, lengkap dengan segala kekonyolan dan kekurangan mereka.

"Film ini fun. Sisi fun anak mudanya kuat banget. Mas Anggi tuh menggambarkannya bukan kayak anak muda yang semangat terus enggak ada cacatnya. Ada tingkah laku yang ngaco banget, bahasa resek iseng. Seru filmnya," tutur Reza optimis.

Reza juga menaruh harapan besar agar film ini mampu beresonansi dengan Generasi Z.

Mengingat penikmat novel Laut Bercerita saat ini mayoritas berasal dari kalangan anak muda, dia yakin semangat yang diusung tetap relevan.

"Mudah-mudahan resonansi film ini tuh sampai ke anak-anak hari ini, bahwa cinta tanah air itu bentuknya macam-macam. Kita bisa terus punya harapan kok," imbuhnya.

Proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi besar antara Palari Films dengan Pal Eight Pictures, unit konten terbaru milik grup Tempo, serta didukung oleh Visi Media Sakti (VMS) dan Renling. 

Di balik layar, kursi produser diisi oleh nama-nama berpengalaman seperti Gita Fara, Wisnu Darmawan, Arif Zulkifli, dan Budi Setiyoso. 

Naskah yang digarap oleh Leila S Chudori bersama Yosep Anggi Noen ini menghidupkan kembali kisah kekejaman era Orde Baru melalui jajaran pemain lintas generasi.

Selain jajaran pemain di atas, anggota Geng Winatra lainnya diperankan oleh Kevin Julio (Daniel Tumpuan), Dewa Dayana (Sunu Dyantoro), Ben Nugraha (Alex Perazon), Natalio Cendana (Julius), Aprian Arisandi (Gala Pranaya), serta Ibnu Jamilo yang berperan sebagai Utara Bayu. 

Nama Arswendy Bening Swara juga terlibat memerankan ayah Laut, serta Yoga Pratama sebagai Arifin Bramantyo.

Secara garis besar, film panjang Laut Bercerita akan merangkum penderitaan para aktivis mahasiswa yang diculik dan disiksa di sebuah penjara rahasia, sekaligus memotret luka keluarga yang ditinggalkan. 

Cerita yang bergerak dari sudut pandang Biru Laut dan perjuangan sang adik, Asmara Jati, dalam mencari keadilan bagi mereka yang dihilangkan secara paksa ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2026 ini. 

Proyek ini diharapkan menjadi pengingat sejarah sekaligus simbol bahwa harapan dan persahabatan tidak akan pernah bisa diredam oleh kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI