Waduh, Raffi Ahmad Diancam Bakal Diboikot Gara-Gara RANS Entertainment Jadi EO Acara Relawan Jokowi

Risna Halidi
Waduh, Raffi Ahmad Diancam Bakal Diboikot Gara-Gara RANS Entertainment Jadi EO Acara Relawan Jokowi
Raffi Ahmad saat ditemui di Jakarta, Selasa (8/11). [Suara.com/Oke Atmaja]

Perusahaan buatan Raffi Ahmad yaitu RANS Entertainment dipilih menjadi EO di balik penyelenggaraan acara tersebut.

Suara.com - Acara relawan Jokowi bertajuk Nusantara Bersatu yang digelar di GBK pada Sabtu (26/11) lalu tengah menjadi sorotan publik.

Hal yang mengejutkan adalah, perusahaan buatan Raffi Ahmad yaitu RANS Entertainment dipilih menjadi agensi di balik penyelenggaraan acara tersebut.

Muncul dalam video yang berdurasi 7 detik di mana Raffi Ahmad yang datang ke GBK mengaku bersyukur acaranya sukses dihadiri ratusan ribu orang.

"Alhamdulillah 150 ribu orang datang. RANS yang bikin, keren. Ini lebih dari Piala Dunia guys," ucap Raffi Ahmad dalam video yang disebarkan ke berbagai media sosial tersebut, dikutip Suara.com pada Senin (28/11/2022).

Baca Juga: CEK FAKTA: Pengakuan Mengejutkan Ayu Ting Ting Ternyata Bilqis Anak Biologis Raffi Ahmad, Benarkah?

Gara-gara video itu, nama Raffi Ahmad saat ini menjadi trending topic di Twitter. Mayoritas dari cuitan yang muncul mengaku kecewa dengan Raffi Ahmad.

Raffi Ahmad diduga hadir di GBK (Twitter/Ist)
Raffi Ahmad diduga hadir di GBK (Twitter/Ist)

"RANS nipu ibu-ibu pengajian dan sekolahan nih? Apa RANS juga kena prank?" tanya seorang warganet.

"Makin ke sini Raffi makin ke sana aja. RANS diujung tanduk," tulis komentar warganet Twitter lainnya.

"Setelah menyaksikan video ini, saya blok/boikot seluruh yang terkait Raffi Ahmad," tulis warganet lainnya yang telah disukai lebih dari seribu pengguna.

Sebelumnya, agenda Nusantara Bersatu menjadi kontroversi karena diselenggarakan saat wilayah Cianjur baru saja diguncang gempa hingga menewaskan ratusan jiwa.

Baca Juga: CEK FAKTA: Rafathar Bukan Anak Kandung Nagita Slavina, Benarkah?

Ada juga dugaan banyak peserta Nusantara Bersatu yang merasa ditipu ketika tahu bahwa acara yang mereka hadiri bukan acara keagamaan melainkan acara berbau politik.