Para Pencipta Lagu Mengeluhkan Potongan Royalti dan Tak Adanya Tranparansi

Ferry Noviandi Suara.Com
Selasa, 18 April 2023 | 04:10 WIB
Para Pencipta Lagu Mengeluhkan Potongan Royalti dan Tak Adanya Tranparansi
Jusuf Rizal dan para pencipt lagu senior mendirikan IRW-LIRA untuk tranparansi royalti. [dokumentasi pribadi]

Suara.com - Kasus royalti di dunia musik belakangan tengah ramai dibicarakan setelah Ahmad Dhani dan Once Mekel berkonflik. Namun di luar itu, kasus royalti tak kalah pelik.

Kasus royalti yang dihadapi para pencipta lagu senior terungkap dalam pertemuan antara Jusuf Rizal selaku Presiden LSM LIRA dengan para pencipta lagu seperti Richard Kyoto, Ryan Kyoto, Amin Ivos, Yoni Dores, Hermes Sihombing, Erens F Mangalo, Dandung Bondowoso.

Dari diskusi tersebut terungkap bahwa royalti yang seharusnya diterima oleh pencipta lagu, ternyata banyak menerima potongan untuk biaya operasional pihak-pihak tertentu plus kewajiban membayar pajak. Hal ini membuat pencipta lagu mengalami nilai penerimaan menjadi sedikit.

Hal ini dibenarkan oleh Richard Kyoto, pencipta lagu "Kasih" yang populer dinyanyikan Ermy Kullit. "Tidak ada transparansi dan akuntabilitas selama ini. Kami tidak tahu berapa besar royalti awal yang kami terima sebelum dipotong-potong untuk biaya operasional."

Senada dengan Richard Kyoto, Yoni Dores juga menyayangkan tidak adanya transparansi dalam pemberian royalti dari lembaga manajemen kolektif ke para pencipta lagu.

"Selama ini kami hanya tahu mendapat sekian dari royalti tapi tidak pernah tahu nilai awalnya. Hal ini penting bagi kami karena kami bisa mengetahui seberapa besar apresiasi pencinta musik Indonesia terhadap karya cipta musisi Indonesia," kata Yoni Dores.

Padahal royalti merupakan salah satu sumber pendapatan para pencipta lagu. "Penghasilan bagi pencipta lagu berasal dari pertunjukan (konser) dan royalti. Pertunjukan di saat era lagu tersebut popular. Royalti adalah semacam penghasilan rutin bagi pencipta lagu," imbuh Ryan Kyoto pencipta lagu "Sendiri Lagi" yang dinyanyikan Chrisye.

"Sebagai musisi senior bahwa penghasilan dari royalti merupakan tumpuan bagi pencipta lagu di masa tuanya," kata Amin Ivos menimpali rekan-rekannya.

Jusuf Rizal pun mengaku sangat prihatin mendengar cerita dari para pencipta lagu. "Mereka ingin memperoleh haknya, tapi begita banyak tangan yang harus dilalui dan mengalami bermacam potongan untuk biaya operasional lembaga tertentu," ujarnya.

Baca Juga: Ahmad Dhani Sindir Once Mekel Soal Royalti Lagu Dewa 19: Kalau Masih Mau Nyanyi Kenapa Keluar?

Mendengarkan berbagai masukan tersebut, Jusuf Rizal bersama pencipta lagu Richard Kyoto, Ryan Kyoto, Amin Ivos, Yoni Dores, Dandung Bondowoso, Hermes Sihombing, Erens F Mangalo sepakat membentuk Indonesia Royalty Watch-LIRA (IRW-LIRA), yang merupakan Lembaga sayap organisasi LSM-LIRA.

IRW-LIRA bertujuan adanya transparansi dan akuntabilitas terhadap royalti yang diterima dan didistribusikan kepada pencipta lagu. Berdirinya IRW-LIRA dianggap tepat di era keterbukaan saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI