Suara.com - Pada penghujung tahun 2024 kemarin, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Susi Pudjiastuti memohon stau permintaan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.
Permohonan tersebut rupanya masih berkaitan dengan kontroversi vonis hakim Eko Aryanto terhadap terdakwa kasus korupsi timah, Harvey Moeis, yang dianggap terlalu ringan.
![Terdakwa kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022 Harvey Moeis saat menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/12/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/23/67108-harvey-moeis-sidang-harvey-moeis.jpg)
Hanya saja, permohonan yang disampaikan melalui sebuah cuitan pada Selasa (31/12/2024) itu memang tidak tidak menyinggung Harvey Moeis secara langsung.
Pemilik maskapai penerbangan Susi Air itu mulanya membalas sebuah postingan berita di platform media sosial X. Judulnya adalah "Prabowo Geram Vonis Koruptor Rendah, Minta Jaksa Agung Banding."
Lalu, caption pada unggahan berita itu mengutip pernyataan Prabowo Subianto yang berada di dalam artikel berita tersebut.
"Ratusan triliun vonisnya begitu, ada yang curi ayam dihukum berat, dipukuli," kata Presiden Prabowo.
Ucapan mantan Menteri Pertahanan itu ternyata menarik perhatian Susi Pudjiastuti. Ia pun memohon kepada Prabowo untuk mengubah 'kebiasaan' tersebut.
"Mohon segera dirubah realita ini pak Presiden @Prabowo," pinta Susi Pudjiastuti tegas.
Cuitan Susi Pudjiastuti tersebut menimbulkan berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian besar dari meereka setuju dengan permintaan tersebut.
"Nangis kita sebagai rakyat kalo lihat realita di bawah mah. Hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Di mana keadilan?" tanya seorang warganet.
"Ada nenek-nenek yang buta huruf cuma mengambil beberapa batang kayu dekat rumahnya (yang konon milik kehutanan), dituntut penjara beberapa tahun. Padahal nenek tersebut sopan dan memiliki keluarga," sindir warganet lainnya.
"Hukum di Indonesia, masih tajam ke bawah daripada ke atas," ujar warganet lain yang lain.