Suara.com - Ivan Gunawan mengungkapkan bahwa ia kembali mendapatkan kesempatan mendesain kostum dalam pagelaran akbar Sabang Merauke persembahan iForte.
Tentu saja, ini merupakan kali ke sekian sang desainer didapuk sebagai salah satu perancang busana utama dalam gelaran tersebut.
Pada kesempatan teranyar, Ivan Gunawan mewakili desainer Priyo Oktaviano dari Ikatan Perancang Mode Indonesia dan bertanggung jawab atas busana bernuansa Sumatera.
Kabar yang cukup menggembirakan ini disampaikan secara langsung oleh Ivan Gunawan dalam konferensi pers Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway yang digelar di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (22/4/2025).
![Konferensi pers Pagelaran Sabang Merauke di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025). [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/22/55764-konferensi-pers-pagelaran-sabang-merauke.jpg)
"Saya mewakili Mas Priyo, melibatkan Ikatan Perancang Mode Indonesia. Ada saya sendiri dan berbagai desainer nasional lainnya," kata Ivan Gunawan kepada wartawan.
"Kami akan menggarap busana kain wastra nusantara dari Sabang sampai Merauke sesuai tugas dan arahan Mas Priyo," ucapnya menyambung.
Lelaki berusia 43 tahun tersebut tak menampik, bahwa menjadi tantangan besar baginya dalam menggarap kostum untuk pagelaran Sabang Merauke persembahan iForte. Namun, hal tersebut yang malah membuat Ivan Gunawan semakin ketagihan.
![Ivan Gunawan dalam konferensi pers Pagelaran Sabang Merauke di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025). [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/22/31338-ivan-gunawan.jpg)
"Buat saya pekerjaan yang rumit itu yang asyik. Kalau kerjaan yang mudah, mungkin Bu Silvi enggak ngundnag Ivan Gunawan. Kalau kita bisa rumit, kenapa kita harus gampang?" tutur Ivan.
Ivan Gunawan juga mengakui, bahan-bahan busana yang digunakan dalam pagelaran ini bernilai cukup mahal. Semua yang digunakan merupakan buatan tangan asli.
Baca Juga: Deretan Artis Kenang Momen Kebersamaan dengan Titiek Puspa, Inul Daratista Paling Terpukul
"Berbicara fashion kita harus sedetail-detailnya. Dan tidak ada kain wastra di panggung ini yang pakai kain bohongan. Kalau pakai songket, ya songket benar. Batik, ya batik benar," ungkapnya.
"Jadi memang ada harganya, makanya kita harus berkolaborasi juga degan seniman-seniman pengrajin daerah," tambah Ivan.
Selain itu, Ivan Gunawan juga berupaya membuat pakaian dengan bahan berkualitas dan nyaman serta efisien. Mengingat, para penari akan menggunakan kostum ini selama beberapa hari.
"Pagelaran ini kan beberapa hari ya. Bisa bayangin ada bau keringat, bau ketek, segala rupa. Jadi bagaimana caranya kita membuat kostum buat pengisi acara dengan bahan-bahan yang nyaman mereka pakai. Kita menggunakan teknik-teknik di atas panggung, baju bisa kelihatan mewah, tidak terlihat keringat di ketek. Segi teknis itu semua dipikirkan," beber Ivan.
"Saat rehearsal di Yogya kita dilibatkan, ditontonkan apakah baju itu nyaman di panggung atau tidak. Pagelaran bukan cuma busana, tapi aksesorisnya, make up nya, gelang-gelang, cincin. Jadi waktu ganti cuma satu menit, gimana caranya bikin baju yang efisien, bisa diganti dalam waktu satu menit," ucapnya menyambung.
Sebagai informasi, Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway merupakan pertunjukan kolosal yang memadukan aksi pertunjukan taetrikal, tarian daerah dan kontemporer dengan busana daerah dan etnik nusantara.
![Ivan Gunawan dalam konferensi pers Pagelaran Sabang Merauke di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025). [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/22/71056-ivan-gunawan.jpg)
Pagelaran tahun ini bertema Hikayat Nusantara serta melibatkan 600 seniman musik dan tari.
Rangkaian acara ini dimulai dari audisi ratusan grup tari dari berbagai daerah yang 50 terbaik akan dipentaskan dalam Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway pada Agustus 2025 mendatang.