Namun bukan netizen namanya apabila tidak bisa menebak siapa sosok kekasih baru Rachel Vennya.
Menurut netizen, sosok kekasih baru Rachel Vennya mirip dengan pengusaha Victor Tanoni asal Bali.
Meski kemungkinan beda agama, Rachel Vennya tetap mendapat restu netizen asalkan kekayaan kekasihnya setara dengannya.
Sebab harga kalung diduga pemberian kekasih Rachel Vennya diperkirakan mencapai Rp100 jutaan.
"Gak papa buna asal kaya yah, gak bikin susah kayak kemarin," komentar akun @isauracorre***.
"Intinya punya mobil sendiri," sahut akun @elsae.lv***. "Kagak gocar," balas akun @desrani***.
"Bener itu kalungnya aja persis yang dipakai Luna Maya pas resepsi harganya sekitar 100 jutaan," kata akun @tathain***.
Hubungan Rachel Vennya dan Salim Nauderer memang berakhir dengan kurang baik.
Dugaan Salim Nauderer selingkuh hingga mokondo diduga menjadi penyebab putusnya hubungan mereka, padahal sudah berjalan empat tahun.
Pratama Arhan diceritakan menelepon Rachel Vennya, mengungkap bahwa Azizah Salsha sang istri pernah selingkuh dengan Salim Nauderer.
Salim Nauderer yang tidak punya mobil sehingga mengandalkan taksi online pun sempat disinggung Rachel Vennya sehingga kini jadi bulan-bulanan netizen.
Bukan Azizah Salsha, Salim Nauderer saat ini telah menjalin hubungan baru dengan Shakilla Astari putri Sarita Abdul Mukti dan Faisal Harris.
Lebih lanjut, postingan terakhir Rachel Vennya di Instagram pun ramai dikomentari netizen terkait kabar punya kekasih baru.
Rachel Vennya yang menambahkan lagu "Mangu" dari Charita Utamy dan Fourtwnty membuatnya ditanya soal pacaran beda agama.
"Sama yang sekarang beda agama kah bun?" tanya akun @archive***.
"Pantes pake lagu mangu anjir taunya lagi menjalani beda agama wkwkwk," goda akun @tintan***.
Padahal belum lama ini Rachel Vennya diharapkan bisa kembali rujuk dengan sang mantan suami, Niko Al Hakim alias Okin.
Desakan rujuk mulai banyak dituliskan setelah Okin terungkap sudah putus dari Regina Phoenix.
Namun melihat Rachel Vennya sedang bucin, harapan netizen untuk ia rujuk dengan Okin jadi mustahil terwujud. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi