Suara.com - Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Jepang dengan skor mencolok 6-0 memicu gelombang reaksi keras dari berbagai kalangan, salah satunya aktor Anrez Adelio.
Laga lanjutan putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Selasa, 10 Juni 2025 ini memang tidak berdampak apa-apa pada Indonesia.
Namun performa buruk Skuad Garuda di lapangan membuat publik meragukan kualitas para pemain.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah komentar pedas dari Anrez Adelio yang disampaikan melalui unggahan Instagram Story-nya.
Anrez melontarkan kritik tajam terhadap skuad Garuda, terutama yang berkaitan dengan pemain naturalisasi.
"Baru lawan Jepang segini, kocar-kacirnya buset!" tulis sang aktor.
Dia mempertanyakan kualitas para pemain naturalisasi yang disebutnya memiliki latar belakang bermain di Eropa, tapi tak mampu memberikan perlawanan berarti melawan tim sekelas Jepang.
"Kalau isinya full pemain Indo sih nggak apa-apa banget. Ini naturalisasi dengan embel-embel main di Eropa lho!" lanjut Anrez.
Dia bahkan menyinggung pernyataan pihak di KNVB (Asosiasi Sepak Bola Belanda) yang menyebut bahwa banyak pemain naturalisasi Indonesia hanyalah lapis ke-4 atau ke-5 di sistem sepak bola Eropa.
Baca Juga: China Diguncang Skandal 60 Kamar Hotel Pasca Dikalahkan Timnas Indonesia
Bahkan di negara asalnya. mereka tak cukup baik untuk masuk skuad utama.
![Anrez Adelio ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2023) [Suara.com/Rena Pangesti].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/22/84596-anrez-adelio.jpg)
Tak hanya menyentil kualitas individu pemain, Anrez juga mengkritik strategi dan taktik permainan tim.
"Formasinya 5-4-1 ini jelas super bertahan dan cuma berharap seri, tapi dengan jumlah pemain bertahan sebanyak itu aja udah jadi lumbung gol," tulisnya.
"Strategi apaan ini woiii??!!! Pemain sama pelatihnya cocok emang," sambungnya menyinggung pelatih Patrick Kluivert.
Kritiknya ditutup dengan kalimat sarkastik, menyindir hadiah mewah pemberian Presiden Prabowo Subianto untuk para pemain Timnas.
"Abis dikasih Rolex mainnya pada Jelex," ketiknya disertai deretan emoji tertawa.
Komentar Anrez Adelio langsung menyita perhatian publik, terutama para netizen yang memadati kolom komentar di akun media sosialnya.
Tak sedikit yang balik menyerang sang aktor karena dianggap tidak memahami konteks pertandingan dan meremehkan perjuangan para pemain Timnas.
"Mulai lagi nih pembahasan naturalisasi sama lokal. Kemarin dikasih menang lawan Arab, Bahrain, sama China, nggak ada pembahasan soal naturalisasi, sih?" sindir salah satu netizen.
"Indonesia peringkat 115, Jepang peringkat top Asia. Anak SD juga tahu siapa yang menang. Hargai pemain yang sudah berjuang. Kalau lo nggak bisa hargai pemain, lo aja yang main sana!" tulis lainnya.
Beberapa komentar bahkan menyerang balik Anrez secara personal dan menyentil rekam jejak kariernya di dunia hiburan.
"Baru main FTV aja sepi peminat, apalagi jadi pemeran utama di film, blas nggak ada yang nonton. Visual juga lebih ganteng Jefri Nichol, akting juga biasa aja, attitude minus," ujar salah satu netizen dengan nada tajam.
Komentar lainnya lebih menyoroti pentingnya menghargai proses dan pencapaian Timnas.
"Gue juga nggak terlalu paham bola, tapi gue masih tahu cara menghargai orang-orang yang sudah bawa sepak bola Indonesia sampai sejauh ini. Kalau lo mau kritik, setidaknya yang membangun," ujar seorang pengguna Instagram.
Meski menuai banyak kritik, beberapa pihak juga mengakui bahwa komentar Anrez mencerminkan kekecewaan publik terhadap kekalahan telak tersebut.
Sebagai informasi, Anrez Adelio memulai karier di dunia hiburan sejak 2013.
Anrez dikenal luas setelah membintangi sinetron Anak Sekolahan (2017) dan Putri untuk Pangeran (2020).
Dia juga pernah tampil di layar lebar, di antaranya dalam film Garuda Superhero (2015) dan My Sassy Girl (2022).
Selain sebagai aktor, Anrez juga aktif menjadi presenter dan penyanyi.
Kontributor : Chusnul Chotimah