Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Jerome Polin: Saatnya Melawan!

Sumarni Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 09:20 WIB
Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Jerome Polin: Saatnya Melawan!
Potret Jerome Polin (Instagram/jeromepolin)

Suara.com - YouTuber Jerome Polin menyuarakan kemarahannya dan duka mendalam terkait tragedi tewasnya pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan.

Affan Kurniawan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Penjompongan, Jakarta Pusat pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam.

Insiden tragis yang memakan korban ini terjadi di tengah kericuhan demo di Gedung DPR RI kemarin.

Kasus tewasnya driver ojol ini memicu gelombang kemarahan publik dan menjadi duka nasional.

Tak sedikit publik figur yang menyuarakan kemarahannya, termasuk YouTuber Jerome Polin.

Lewat akun Instagram miliknya, @jeromepolin, Jerome Polin meluapkan emosinya terkait peristiwa tragis tersebut.

"Rakyat ditabrak pakai mobil yang dibelinya pakai uang pajak rakyat," kata Jerome Polin geram pada postingan kemarin malam.

"Rakyat yang ingin menuntuk HAK dan menyampaikan aspirasi ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat," imbuhnya.

Influencer berusia 27 tahun ini juga memberikan kritikan pedas pada anggota dewan yang justru bekerja dari rumah alias work from home (WFH) saat demo berlangsung.

Baca Juga: Sambangi Keluarga Ojol yang Ditabrak Brimob, Denny Sumargo: Saya Akan Ada di Depan untuk Keadilan

"Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo," sindir Jerome Polin.

"Malah ngatain rakyat 'tolol'. Malah semena-mena. Ironis... sedih sekali," sambungnya.

Tak lupa pada caption unggahannya, Jerome Polin juga mengingatkan netizen untuk berhenti bersikap apatis.

Selebgram yang jago matematika ini mengajak masyarakat untuk melawan dan menuntut keadilan.

"Semua mata melihat. Sudah saatnya kita sadar dan melawan. Stop apatis atau kita akan kehilangan semua hak kita," tulis Jerome Polin.

"Rakyat sudah makin susah hidupnya, rakyat berhak menuntut keadilan," tutupnya dengan tegas.

Postingan Jerome Polin soal mobil rantis brimob lindas pengemudi ojol ini langsung jadi sorotan.

Tak sedikit warganet yang juga menyuarakan kemarahan dan rasa duka mendalam untuk Affan Kurniawan.

"Bener-bener menyesakkan," celetuk netizen ikut sedih.

"Gini banget jadi rakyat biasa, bersuara dibalas nyawa," kata yang lain.

"Polisi itu sahabat rakyat, digaji pakai uang rakyat, maka tugas utamanya adalah melindungi rakyat, bukan menjadi tameng kekuasaan. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal saat aksi demo kemarin. Lahul faatihah," ujar warganet.

"Demo dianggap ancaman, bukan suara. Rakyat dianggap musuh, bukan tuan. Polisi dianggap pelindung, tapi faktanya ban kendaraan mereka lebih jujur daripada ucapannya," imbuh lainnya geram.

Sementara itu, belakangan ini, Jerome Polin memang aktif dalam melontarkan sindiran pedas terkait berbagai tunjangan yang diterima DPR.

Pemilik akun YouTube Nihongo Mantappu ini sempat mengomentari tunjangan rumah DPR sebesar Rp50 juta sebulan.

Dia juga pernah melontarkan kritik tajam terkait tunjangan beras anggota DPR senilai Rp12 juta sebulan.

Jerome Polin menyuarakan kritikannya beserta perhitungan matematika yang menjadi keahliannya.

Tak lupa pria kelahiran tahun 1998 ini juga membandingkannya dengan kebutuhan makan sehari-hari masyarakat pada umumnya.

"'Tunjangan beras cuma dapet 12 juta per bulan'. CUMA???? Sadar gak 12 juta kalau dipakai buat beli beras aja bisa sebanyak apa?" kritik Jerome pedas pada salah satu unggahannya.

"Pertanyaanku adalah, apa dasar tunjangannya sebanyak ini? Siapa yang ngitung anggarannya?? Aku mau tahu banget gimana dasar perhitungannya sampai bisa muncul angka ini karena gak masuk akal banget. Capek banget," pungkasnya.

Pada postingan seminggu lalu, Jerome Polin juga sempat menyindir abis-abisan gaya hidup anggota DPR yang dinilai mewah.

Pasalnya, itu seolah tidak mewakili rakyat Indonesia yang saat ini kondisinya sedang susah.

"DPR kan Dewan Perwakilan Rakyat. Lah kalau rakyat susah, masa DPR-nya mewah?? wkwk," sindir Jerome Polin.

"Rakyat mana yang diwakilkan???? Pejabat itu kan pelayan rakyat. Pelayan mana yang bisa hidup enak di saat Tuan-nya melarat?" tegas lulusan Universitas Waseda Jepang ini.

Kontributor : Yoeni Syafitri Sekar

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?