- Tom Lembong mengaku syok dan trauma setelah menyaksikan video tewasnya Affan Kurniawan, driver ojol korban rantis Brimob.
- Ia menyampaikan belasungkawa mendalam dan empati kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
- Pernyataan Tom mencerminkan keprihatinan terhadap kekerasan aparat dan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan.
Suara.com - Tom Lembong turut menyuarakan duka dan keprihatinan mendalam atas tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun yang menjadi korban dalam insiden tragis saat kericuhan demo di depan Gedung DPR RI, Kamis, 28 Agustus 2025.
Affan dilaporkan tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat situasi demonstrasi berubah menjadi ricuh.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tom Lembong mengungkapkan rasa terkejut dan trauma yang ia rasakan setelah menyaksikan video detik-detik insiden yang menewaskan Affan.
Ia secara jujur menulis bahwa dirinya tidak bisa tidur setelah melihat kejadian memilukan tersebut.
“Nggak bisa tidur, syok dan trauma melihat video pekerja ojol Affan Kurniawan dilindas kendaraan aparat hingga meninggal," katanya.
Ungkapan tersebut menggambarkan betapa dalamnya dampak emosional yang dirasakan oleh Tom sebagai warga negara sekaligus tokoh yang masih aktif menyuarakan isu-isu sosial dan keadilan publik.
Baginya, tragedi ini bukan sekadar peristiwa biasa, melainkan sebuah luka kolektif yang mencerminkan kegagalan sistem dalam melindungi nyawa rakyat kecil.
Tom juga mengungkapkan empatinya terhadap keluarga korban, terutama karena Affan masih sangat muda dan baru saja memulai perjalanan hidupnya sebagai tulang punggung keluarga.
Ia menyoroti pemberitaan media yang menyebut bahwa Affan baru berusia 21 tahun.
Baca Juga: Jejak Pelarian Rantis Brimob Pelindas Ojol: Dikejar Massa Belasan KM, Tabrak Pintu JLNT Casablanca!
“Saya nggak bisa membayangkan rasa syok, kepedihan dan rasa kehilangan keluarga Mas Affan,” ujarnya.
Dalam unggahan yang sama, Tom Lembong menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung kepada keluarga Affan dan masyarakat yang terpukul oleh kejadian ini.
“Saya turut amat sangat berduka cita atas tragedi ini. Semoga Tuhan Allah mengayomi kita semua," tuturnya.
Ucapan tersebut mencerminkan kesedihan yang tulus, sekaligus harapan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang kembali di masa depan.
Tom tidak hanya mengekspresikan rasa duka, tetapi juga menyiratkan keprihatinan terhadap cara aparat penegak hukum menangani massa dalam situasi demonstrasi.
Sebagai informasi, Affan Kurniawan turut menjadi korban dalam aksi demonstrasi yang digelar kemarin.
Ia yang dilindas mobil rantis kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo. Namun kabar yang beredar, warga yang tinggal di Palmerah tersebut sudah meninggal di jalan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah meminta maaf dan mengaku bertanggung jawab.
Polisi yang seharusnya melindungi rakyat, justru berbalik menjadi senjata pembunuh buat mereka.