Mengapa Sikap Marissa Anita Tunda Momongan Sejalan dengan Karakter Gen Z?

Yazir F

Selasa, 18 November 2025 | 16:36 WIB
Mengapa Sikap Marissa Anita Tunda Momongan Sejalan dengan Karakter Gen Z?
Marissa Anita (Netflix)

Suara.com - Aktris sekaligus presenter Marissa Anita baru-baru ini mengejutkan publik lewat kabar rumah tangganya.

Perempuan berusia 42 tahun ini diam-diam melayangkan gugatan cerai kepada suaminya, Andrew Trigg, ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Seiring ramainya kabar perceraian itu, tayangan podcast Marissa Anita kembali disorot publik.

Termasuk siniar berisi alasan Marissa memilih menunda kehamilan dalam jangka waktu panjang, yakni 17 tahun.

Marissa Anita mengungkap, ketakutan terkait masa depan karier dan kehidupannya menjadi penyebab utama dia menunda memiliki anak.

"Punya anak kan harus merasa aman. Karena rasa ketakutan itu, aku selalu menunda-nunda punya anak," kata Marissa Anita dalam podcast TS Media.

Bintang film A Normal Woman tersebut mengungkap, rasa takutnya mulai berkurang ketika usianya masuk 30-an dan kariernya stabil.

Dia sempat menjalani program kehamilan secara alami, namun hingga kini belum mendapatkan momongan.

baca juga

“Pas aku sudah umur tertentu dan karier mulai merasa nyaman dan merasa aman. Ya sudah kita coba (untuk hamil), cuma mungkin karena tubuh tidak lagi optimal kayak usia 20-an tahun, tidak terjadi secara alami,” beber Marissa Anita.

Marissa mengungkap, orang terdekatnya bahkan sempat menyarankan Marissa menjalani program bayi tabung. Namun karena prosedur tersebut melibatkan suntikan hormon, dia menolak untuk mengikuti program itu.

“Banyak yang tanya, kenapa nggak program saja sih Mar? Itu sebenarnya bisa ya karena di Singapura lagi trending perempuan-perempuan berdaya akhirnya memutuskan punya anak di usia 50-an dan hamil. Tapi aku tidak tertarik menjalankan IVF,” sambungnya lagi.

Lebih lanjut, Marissa pun menegaskan pandangannya bersifat personal, bukan untuk umum. Menurutnya, punya anak bukanlah satu-satunya tujuan hidup, melainkan sesuatu yang harus dinikmati prosesnya.

“Ini buat aku pribadi ya bukan buat semua orang. Buat aku punya anak bukan goal, aku harus menikmati prosesnya. Aku nggak mau disuntik hormon dan segala macam. Kalau terjadi ya sudah terjadi (hamil natural), kalau tidak terjadi ada opsi yang lain aku bisa jadi tante,” lanjutnya.

Marissa Anita
Marissa Anita

Dalam kesempatan yang berbeda, Marissa pun mengungkap berbicara panjang soal tekanan menjadi seorang ibu di Indonesia dan ekspektasi masyarakat yang kerap tak realistis.

“Kita tuh di masyarakat kayak semacam punya ekspektasi yang super tinggi terhadap ibu. Ibu tuh harus sempurna gitu, ibu tuh enggak boleh marah, enggak boleh sedih, enggak boleh kesel,” ungkap Marissa.

Lebih lanjut, bintang film Perempuan Tanah Jahanam ini menganggap ada fenomena toxic yang berkembang di masyarakat, yakni menuntut seorang ibu menjadi sosok yang sempurna.

“Ibu tuh kayak semacam bukan manusia gitu, cuma satu sisi aja gitu. Itu enggak benar, karena mendengar cerita-cerita kalian, ya memang itulah menjadi ibu,” bebernya.

Padahal menurutnya, seorang ibu tidak ada yang sempurna, dan hal tersebut sepenuhnya wajar. Menurutnya, tidak masalah jika seorang ibu menunjukkan hal-hal yang dianggap 'tidak keibuan'.

Jika perasaan terus ditekan demi memenuhi standar yang tidak realistis, banyak ibu justru bisa 'gila' karena memendam semuanya sendiri.

“Menjadi seorang ibu itu 'messy'. Dan itu okay. It's okay to have all this un-motherly supposedly dalam tanda kutip gitu ya. Karena kalau enggak bakal banyak banget ibu yang 'gila'. Karena dia menekan perasaannya sendiri,” ungkapnya.

Sikap Marissa Anita Sejalan dengan karakter Gen Z

Keputusan Marissa Anita menunda kehamilan karena ketakutan terhadap tuntutan "ibu sempurna" dan perlunya kemapanan finansial terlebih dahulu mencerminkan pergeseran nilai yang signifikan, terutama yang sangat beresonansi dengan Generasi Z.

Meskipun Marissa bukan Gen Z, alasannya menunjukkan tekanan budaya yang dirasakan oleh banyak perempuan modern, yaitu citra Intensive Mothering yang disebarluaskan oleh media sosial menciptakan standar keibuan yang mustahil.

Ibu modern dituntut tidak hanya berhasil di rumah, tetapi juga harus berkarir cemerlang, menjaga penampilan, dan memastikan stimulasi terbaik untuk anak. Penundaan menjadi langkah defensif untuk melindungi kesehatan mental dari kecemasan berlebihan, sebuah fokus utama yang sangat dijunjung tinggi oleh Gen Z.

Alasan kedua, yaitu kebutuhan untuk mapan, menunjukkan realisme finansial yang kuat, karakteristik kunci dari Gen Z. Generasi ini tumbuh di tengah kenaikan biaya hidup yang tajam, inflasi biaya pendidikan, dan sulitnya kepemilikan aset.

Bagi Gen Z, memiliki anak tidak lagi dilihat sebagai milestone yang otomatis mengikuti pernikahan, melainkan sebagai sebuah nvestasi besar yang membutuhkan perhitungan matang.

Mereka memandang bahwa stabilitas ekonomi bukan hanya 'cukup', tetapi 'mapan' adalah prasyarat etis untuk menjamin kualitas hidup terbaik bagi anak. Dengan demikian, mereka bersedia menunda peran orang tua demi mengutamakan karier dan stabilitas finansial jangka panjang.

Kontributor : Anistya Yustika

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Literasi Asuransi Gen Z Turun, Ada Bahaya Risiko Finansial

Literasi Asuransi Gen Z Turun, Ada Bahaya Risiko Finansial

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Soft Socializing dan Crafting Menjadi Cara Baru Gen Z Menikmati Waktu Hangout

Soft Socializing dan Crafting Menjadi Cara Baru Gen Z Menikmati Waktu Hangout

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Gen Z dan Milenial Makin Rajin Jaga Kesehatan, Tidur hingga Kesehatan Mental Jadi Prioritas

Gen Z dan Milenial Makin Rajin Jaga Kesehatan, Tidur hingga Kesehatan Mental Jadi Prioritas

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:44 WIB

Berhenti Sebut Kampungan: Menyoal Arogansi Kota Lewat Kasus Omakase Tepe

Berhenti Sebut Kampungan: Menyoal Arogansi Kota Lewat Kasus Omakase Tepe

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Bukan Sekadar Thrifting, Ini Alasan Berburu Barang Vintage Lebih Digemari Gen Z

Bukan Sekadar Thrifting, Ini Alasan Berburu Barang Vintage Lebih Digemari Gen Z

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Saat Gen Z Makin Peduli Isu Keberlanjutan, Bagaimana Perusahaan FMCG Ini Beradaptasi?

Saat Gen Z Makin Peduli Isu Keberlanjutan, Bagaimana Perusahaan FMCG Ini Beradaptasi?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:28 WIB

Gen Z Makin Cari Pengalaman, Kemenpar Dorong Wisata Indonesia yang Lebih Personal

Gen Z Makin Cari Pengalaman, Kemenpar Dorong Wisata Indonesia yang Lebih Personal

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:29 WIB

×