Suara.com - Dude Harlino berbincang dengan Denny Sumargo terkait keterlibatannya dalam Dana Syariah Indonesia yang terindikasi fraud sebesar Rp1,3 Triliun.
Dalam video yang direkam pada September 2023, Dude didampingi Alyssa Soebandono sang istri mengaku ikut menaruh sejumlah uang di Dana Syariah Indonesia.
"Kami sebagai pendana real. Kami bergabung, kami mendapatkan dana kami, dan kami mendapatkan keuntungan dan imbal hasilnya secara langsung," ujar Dude.
Oleh sebab itu, Dude Harlino ikut kena imbas sebagai 'wajah' Dana Syariah Indonesia kendati hanya ditunjuk sebagai Brand Ambassador.
"Saya keterlibatan di dana syariah itu hanya sebagai Brand Ambassador," tegas Dude dalam konten di channel YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang pada Selasa, 23 Desember 2025.
"Tidak ada kaitan dengan internal perusahaan, operasional, dengan semua sistem yang di dalam itu," sambungnya.
Dana Syariah Indonesia yang berizin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu faktor Dude Harlino mempercayai mereka.
Dude pun sempat menanyakan sikap Dana Syariah Indonesia apabila terjadi macet.
"Oh kita ada agunan untuk bisa dijual, ada fisiknya," jawab pihak Dana Syariah Indonesia yang berhasil meyakinkan ribuan orang untuk berinvestasi.
Dua orang nasabah Dana Syariah Indonesia juga dihadirkan dalam bincang-bincang bersama Denny Sumargo.
Sambil terisak, seorang ibu-ibu yang kehilangan dana Rp739 juta meminta pertanggungjawaban.
"Tolonglah, kami percaya sama bapak karena bapak bawa syariah, bilang halal. Itu uang kami, uang segitu-gitunya buat hidup kami," ujar ibu-ibu bercadar tersebut.
"Tolong temuin kita, jangan cuma janji," imbuhnya.
Sedangkan korban lain bernama Bayu yang juga hadir di konten Denny Sumargo kehilangan Rp261 juta.
Walau hanya menjadi Brand Ambassador, Dude Harlino merasa bertanggung jawab sehingga membantu para korban sebisanya.
Kasus Dana Syariah Indonesia kini telah dilaporkan ke Barekskrim Polri atas dugaan skema ponzi.
Dana Syariah Indonesia diduga melakukan penipuan dengan membayar keuntungan kepada investor awal menggunakan dana investor baru.
Peran OJK pun dipertanyakan dalam kasus ini. Sebab OJK pula yang membuat banyak nasabah mempercayai Dana Syariah Indonesia.
Menanggapi pernyataan Dude Harlino dan para korban, warganet ragu uang mereka akan kembali.
Warganet juga menyayangkan label 'syariah' digunakan untuk menipu.
"Hopeless ini casenya, sama kayak P2P lain," komentar akun @roysha***.
"Sependek ilmu saya, nggak ada perbankan yang benar-benar syariah, wallahualam," sahut akun @ardill***.
"Sulit, nggak bakal bisa cair. Investasi mau syariah atau konvensional kalau imbal hasilnya lebih tinggi dari bunga deposito, sudah pasti lebih beresiko," kata akun @luckc***.
"Serem ih. Jual nama syariah emang menggiurkan bagi sebagian orang," balas akun @evii.***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi