Sinopsis dan Fakta Menarik The Spy di Netflix: Kisah Nyata Eli Cohen, Agen Mossad Paling Legendaris

Yazir F Suara.Com
Senin, 05 Januari 2026 | 20:45 WIB
Sinopsis dan Fakta Menarik The Spy di Netflix: Kisah Nyata Eli Cohen, Agen Mossad Paling Legendaris
Serial The Spy [IMDb]
Baca 10 detik
  • Serial The Spy mengangkat kisah nyata Eli Cohen, agen Mossad yang berhasil menyusup ke lingkaran elit kekuasaan Suriah pada era 1960-an.
  • Komedian Sacha Baron Cohen tampil mengejutkan dengan akting dramatis yang kuat sebagai mata-mata yang hidup dalam dua identitas berbeda.
  • Serial ini mengungkap kecerdikan Eli Cohen, termasuk strategi pohon kayu putih sebagai penanda koordinat militer yang membantu kemenangan Israel.

Suara.com - Netflix menyajikan banyak film dan serial mengenai mata-mata. The Spy jadi salah satu yang wajib kamu tonton.

Miniseri orisinal Netflix ini tidak hanya menawarkan ketegangan sebuah thriller politik, tetapi juga memperlihatkan sisi kemanusiaan yang mendalam di balik topeng seorang agen rahasia.

Disutradarai oleh Gideon Raff, sosok di balik kesuksesan serial Homeland, The Spy menarik penonton kembali jauh ke dekade 1960-an.

Serial ini mengeksplorasi kehidupan Eli Cohen, seorang pria biasa yang berubah menjadi senjata paling mematikan bagi intelijen Israel melalui spionase tingkat tinggi di wilayah musuh.

Sinopsis The Spy

Cerita bermula di Israel pada awal 1960-an, di mana Eli Cohen (diperankan oleh Sacha Baron Cohen), seorang juru tulis biasa yang bekerja di sebuah toko serba ada, direkrut oleh Mossad.

Meskipun memiliki kehidupan yang tenang bersama istrinya, Nadia Cohen (Hadar Ratzon Rotem), Eli memiliki ambisi dan rasa patriotisme yang besar.

Ia dipilih karena kemampuan bahasanya yang luar biasa serta kemampuannya untuk berbaur tanpa menimbulkan kecurigaan.

Eli lalu dikirim ke Argentina untuk membangun identitas palsu sebagai Kamel Amin Thaabet, seorang pengusaha kaya raya keturunan Suriah yang ingin kembali ke tanah airnya untuk berinvestasi.

Baca Juga: Channing Tatum dan Jamie Foxx Bikin Gedung Putih Meledak, Whote House Down Malam Ini di Trans TV

Di Buenos Aires, Eli mulai menjalin hubungan dengan para diplomat dan pejabat militer Suriah, termasuk perwira intelijen Ahmed Suidani (Alexander Siddig) dan calon Presiden Suriah, Amin Al-Hafez (Waleed Zuaiter).

Keberhasilannya menyusup ke lingkaran elit kekuasaan di Damaskus membawa Eli pada posisi yang sangat berbahaya sekaligus strategis. Sebagai Kamel Amin Thaabet, ia memiliki akses ke rahasia militer yang paling dijaga ketat.

Ia berhasil memotret instalasi militer di Dataran Tinggi Golan dan mengirimkan informasi tersebut kembali ke Israel melalui radio transmisi rahasia. Namun, semakin dalam ia terjebak dalam perannya, semakin tipis batasan antara identitas aslinya dan karakter yang ia perankan.

The Spy dengan apik menggambarkan bagaimana pengorbanan pribadi Eli dan kerinduan Nadia di rumah menjadi harga yang harus dibayar demi keselamatan negara.

Fakta Menarik di Balik Produksi The Spy

Selain alur ceritanya yang mencekam, terdapat beberapa fakta menarik yang membuat miniseri ini menjadi salah satu tayangan paling berkualitas di Netflix:

1. Transformasi Mengejutkan Sacha Baron Cohen

Bagi banyak orang, nama Sacha Baron Cohen identik dengan karakter komedi satir seperti Borat, Bruno, atau Ali G.

Namun, dalam The Spy, ia membuktikan kapasitasnya sebagai aktor dramatis kelas atas. Penampilannya sebagai Eli Cohen yang tenang, penuh perhitungan, namun menyimpan gejolak batin, mendapat pujian luas dari kritikus film.

Transformasi fisik dan emosionalnya memberikan nyawa pada karakter Eli yang hidup dalam ketakutan konstan akan terbongkarnya identitas aslinya.

2. Strategi Pohon Kayu Putih (Eucalyptus)

Salah satu kecerdikan Eli Cohen yang paling terkenal dan digambarkan dalam serial ini adalah sarannya kepada militer Suriah untuk menanam pohon kayu putih di sekitar bungker dan instalasi militer di Dataran Tinggi Golan.

Alasannya secara resmi adalah untuk memberikan keteduhan bagi para prajurit. Namun, secara rahasia, pohon-pohon ini menjadi penanda visual bagi militer Israel untuk mengetahui posisi tepat titik pertahanan Suriah saat Perang Enam Hari meletus pada tahun 1967.

3. Visi Gideon Raff

Sutradara Gideon Raff memiliki spesialisasi dalam cerita spionase Timur Tengah. Sebagai kreator serial Israel Prisoners of War (yang diadaptasi menjadi Homeland di AS), Raff membawa nuansa otentik pada The Spy.

Ia tidak hanya fokus pada aksi mata-mata, tetapi juga pada elemen psikologis—bagaimana rasanya menjadi orang asing di negeri musuh dan dampak emosional pada keluarga yang ditinggalkan.

4. Akurasi Sejarah yang Kuat

Meskipun ada beberapa dramatisasi untuk keperluan layar kaca, sebagian besar poin penting dalam The Spy didasarkan pada fakta sejarah.

Kedekatan Eli Cohen dengan Amin Al-Hafez begitu erat sehingga muncul rumor bahwa Cohen sempat dipertimbangkan untuk menjadi Wakil Menteri Pertahanan Suriah sebelum akhirnya kedoknya terbongkar oleh bantuan teknologi pelacakan sinyal dari Uni Soviet.

5. Sinematografi yang Melambangkan Dualitas

Serial ini menggunakan palet warna yang sangat spesifik. Latar Israel sering digambarkan dengan warna yang lebih pudar dan kelabu, mencerminkan kehidupan sederhana dan penuh kekhawatiran yang dialami Nadia.

Sebaliknya, latar Damaskus dan Buenos Aires ditampilkan dengan warna-warna yang lebih cerah dan mewah, melambangkan kehidupan jet set Kamel Amin Thaabet yang penuh kepalsuan.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI