- Film The Ambush (Al Kameen) karya Pierre Morel mencetak sejarah perfilman Timur Tengah dengan standar produksi aksi tinggi.
- Film ini mengisahkan misi penyelamatan heroik tentara UEA tahun 2018 setelah terjebak serangan pemberontak di Yaman.
- The Ambush menjadi film berbahasa Arab berpendapatan tertinggi di UEA, sukses memadukan aksi dan drama kemanusiaan.
Suara.com - Dunia perfilman Timur Tengah mencatatkan sejarah baru melalui film The Ambush (judul asli: Al Kameen).
Dirilis pada akhir 2021, film ini bukan sekadar drama perang biasa, melainkan sebuah pencapaian teknis yang menempatkan standar baru bagi sinema aksi di kawasan Teluk.
Disutradarai oleh Pierre Morel, sosok di balik kesuksesan film Taken, The Ambush menyajikan ketegangan yang konstan dengan skala produksi yang masif.
The Ambush bisa Anda saksikan pada Rabu (7/1/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. Sebelum Anda menonton filmnya berikut kami sajikan sinopsis lengkapnya.
Berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 2018, The Ambush menceritakan misi penyelamatan heroik tentara Uni Emirat Arab (UEA).
![The Ambush, film perang berbahasa Arab akan tayang Rabu (7/1/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/07/31605-film-the-ambush-al-kameen.jpg)
Cerita berfokus pada tiga prajurit, Ali (diperankan oleh Marwan Abdulla Saleh), Bilal (Khalifa Al Jassem), dan Hindasi (Mohammed Ahmed), yang sedang melakukan patroli rutin di sebuah lembah sempit saat menjalankan misi kemanusiaan di Yaman.
Keadaan berubah drastis ketika kendaraan lapis baja mereka terjebak dalam jebakan maut (ambush) oleh pemberontak bersenjata berat.
Terjebak di bawah hujan peluru di medan yang sulit, ketiga prajurit ini harus bertahan hidup dengan amunisi yang kian menipis.
Berita tentang penyergapan ini sampai ke markas pusat, memicu misi penyelamatan yang sangat berisiko tinggi.
Baca Juga: Midnight in the Switchgrass Malam Ini: Duet Megan Fox dan Bruce Willis Memburu Pembunuh Berantai
Komandan mereka, yang diperankan dengan apik oleh aktor senior Mansour Al Feeli, bersama tim yang melibatkan Abdullah Bin Haider dan Kamran Nikhad, harus menyusun strategi kilat untuk menembus pertahanan musuh demi membawa pulang rekan-rekan mereka.
![The Ambush, film perang berbahasa Arab akan tayang Rabu (7/1/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/07/71318-film-the-ambush-al-kameen.jpg)
The Ambush berhasil karena tidak hanya mengandalkan ledakan dan efek visual. Pierre Morel membawa gaya penyutradaraan Hollywood yang visceral ke dalam narasi lokal.
Penonton dibawa masuk ke dalam claustrophobia kendaraan lapis baja yang dihujani tembakan, menciptakan rasa urgensi yang nyata.
Akting dari jajaran pemain seperti Marwan Abdulla Saleh dan Mansour Al Feeli memberikan bobot emosional pada film ini.
Mereka tidak digambarkan sebagai pahlawan super yang tak terkalahkan, melainkan sebagai manusia biasa yang didera rasa takut namun terikat oleh janji persaudaraan di medan perang.
Kehadiran Kamran Nikhad dan Abdullah Bin Haider juga memperkuat dinamika tim yang solid, menunjukkan sisi kemanusiaan di balik seragam militer.