Di bawah bimbingan Karaeng Daeng (Yayan Ruhian), seorang maestro tarung sarung yang dihormati di desa tersebut, Deni mulai belajar seni bela diri tradisional ini.
Selama proses latihan, Deni tidak hanya belajar tentang teknik bertarung, namun juga tentang nilai-nilai kehidupan seperti disiplin, hormat, dan tanggung jawab.
Proses ini menjadi perjalanan spiritual bagi Deni, di mana ia mulai memahami arti dari identitas dan warisan budaya.
Kontributor : Anistya Yustika