- Mengangkat kisah nyata Frank Abagnale Jr., seorang remaja yang berhasil memalsukan identitas menjadi pilot hingga dokter demi menipu jutaan dolar sambil diburu agen FBI.
- Film ini disutradarai Steven Spielberg hanya dalam 52 hari, menampilkan cameo Frank asli, dan diiringi musik jazz ikonik karya John Williams.
- Meski dirilis tahun 2002, film ini tetap relevan di tahun 2026 karena kekuatan narasi, akting autentik, serta eksplorasi mendalam tentang hubungan keluarga dan identitas.
Hingga saat ini, banyak pihak yang mempertanyakan sejauh mana kebenaran dari klaim Frank Abagnale Jr. Namun, kebenaran ceritanya, hingga tahun 2020-an, masih banyak diperdebatkan oleh para jurnalis investigasi.
Beberapa laporan terbaru menunjukkan bahwa banyak dari petualangan Frank yang diceritakan dalam buku dan film mungkin merupakan hasil bumbu cerita atau hiperbola. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi nilai artistik film tersebut sebagai sebuah drama kriminal yang brilian.
2. Cameo Sang Tokoh Asli
Frank Abagnale Jr. yang asli sebenarnya muncul di dalam film ini sebagai pemeran pembantu. Jika Anda memperhatikan adegan penangkapan Frank di Prancis, Anda akan melihat seorang polisi Prancis berkumis yang ikut menangkap Leonardo DiCaprio. Itulah Frank Abagnale Jr. di kehidupan nyata.
3. Proses Syuting yang Sangat Efisien
Meski memiliki durasi lebih dari dua jam dan berpindah-pindah lokasi di 147 tempat berbeda di Amerika Utara, Steven Spielberg berhasil merampungkan syuting film ini hanya dalam waktu 52 hari. Kecepatan ini menunjukkan efisiensi luar biasa dari seorang sutradara berpengalaman.
4. Musik Ikonik John Williams
Untuk mendukung nuansa tahun 60-an yang kental, John Williams menggubah skor musik yang kental dengan nuansa jazz. Musik pembukanya yang menggunakan teknik grafis progresif dianggap sebagai salah satu pembukaan film terbaik dalam sejarah sinema, yang langsung membawa penonton ke dalam atmosfer detektif klasik.
5. Tema Hubungan Ayah dan Anak
Baca Juga: Sinopsis dan Fakta Menarik The Spy di Netflix: Kisah Nyata Eli Cohen, Agen Mossad Paling Legendaris
Spielberg sering kali memasukkan tema keluarga yang retak dalam film-filmnya. Dalam film ini, ia secara mendalam mengeksplorasi bagaimana Frank melakukan segala penipuan itu bukan semata-mata karena uang, tetapi demi mengembalikan martabat ayahnya dan menyatukan kembali kedua orang tuanya yang telah bercerai.
Mengapa Masih Layak Ditonton di 2026?
Di tengah gempuran film-film pahlawan super dan aksi yang dipenuhi CGI, Catch Me If You Can menawarkan kekuatan narasi dan akting yang autentik.
Bagi penonton muda (Gen Z dan Milenial) di Indonesia, film ini memberikan gambaran tentang bagaimana dunia perbankan dan identitas bekerja sebelum era digital.
Selain itu, dinamika antara pengejar (Carl Hanratty) dan yang dikejar (Frank Abagnale Jr.) yang berubah dari musuh menjadi hubungan semacam ayah-anak memberikan kedalaman emosional yang jarang ditemukan di film kriminal biasa.
Tersedia di Netflix, film ini menjadi opsi sempurna bagi mereka yang ingin menonton sesuatu yang ringan namun tetap cerdas.