Totalitas Putri Intan Kasela di Film Kuyank, 5 Hari Berendam di Rawa Lumpur

Yazir F, Tiara Rosana

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:00 WIB
Totalitas Putri Intan Kasela di Film Kuyank, 5 Hari Berendam di Rawa Lumpur
Putri Intan Kasela, pemeran film Kuyank saat berkunjung ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 13 Januari 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]
baca 10 detik
  • Film Kuyank mengungkap asal-usul legenda Kalimantan dari sudut pandang manusia yang terjerumus ilmu hitam, bukan sekadar hantu.
  • Putri Intan Kasela menjalani syuting ekstrem selama lima hari berendam di rawa berlumpur demi menghidupkan karakter Rusmiati.
  • Film ini memadukan horor dengan drama tragis tentang konsekuensi pengambilan keputusan yang salah dan bahaya memendam perasaan

Totalitas produksi film ini terlihat dari riset mendalam yang dilakukan di lokasi aslinya.

Putri menceritakan bahwa tim produksi dan para pemain banyak menggali informasi langsung dari masyarakat di daerah Nagara dan Kandangan, Kalimantan Selatan, wilayah yang dalam kepercayaan lokal dianggap sebagai "Kampung Kuyang".

"Risetnya sih mendengar cerita langsung dari orang sananya langsung. Terus juga kita kan syutingnya di daerah Nagara, yang di mana di situ masih percaya kalau di situ ada kampung Kuyang," jelas Putri.

Dari riset tersebut, terungkap detail-detail mengerikan yang diaplikasikan ke dalam film. Salah satunya adalah tanda fisik pada pelaku ilmu Kuyang.

"Kalau Kuyang sendiri kan juga kayak contohnya ciri-cirinya karena dia malamnya lepas kepala, itu di lehernya tuh pasti ada bekasan yang untuk lepas kepala. Jadi kalau pas dia jadi manusia, pasti di siang hari dia akan menggunakan syal atau bisa menutupinya dengan kerudung," beber Putri.

Doa juga menambahkan tentang teror nyata yang dirasakan warga, seperti fenomena "sawan" atau memar biru pada anak kecil bekas gigitan, hingga ancaman bagi ibu hamil yang menjadi incaran utama demi keabadian sang penganut ilmu hitam.

Cinta dalam Diam dan "Kebodohan" Mengambil Keputusan

Di balik teror mistis, film ini menyimpan drama romansa yang menyesakkan. Ochi Rosdiana memerankan Fauziah, karakter yang digambarkan sebagai perempuan baik-baik namun terjebak dalam perasaan cinta yang tak tersampaikan kepada Badri, tokoh utama pria yang diperankan oleh Rio Dewanto.

"Aku mencintai Badri dalam diam. Badri itu Rio Dewanto," ujar Ochi.

baca juga

Sang aktris menyebut karakternya sangat berbeda dengan dirinya yang asli. Jika Ochi cenderung ekspresif, Fauziah adalah tipe pemendam rasa.

Sementara itu, konflik utama pemicu malapetaka datang dari karakter Rusmiati. Putri Intan Kasela menggambarkan karakternya sebenarnya adalah istri yang penyayang dan penurut. Namun, tekanan hidup membuatnya mengambil keputusan fatal.

"Si Kuyang itu sangat ceroboh mengambil keputusan. Nah mungkin si Rusmiati ini tuh mempunyai sifat yang ceroboh untuk mengambil keputusan dan dia tidak memikirkan apa konsekuensinya ke depannya," tutur Putri, menyiratkan bahwa teror Kuyang lahir dari kecerobohan manusia dalam mencari jalan pintas.

Siksaan Fisik: 5 Hari Basah di Atas Rawa dan Lumpur

Proses syuting yang memakan waktu 21 hari di Kalimantan Selatan menjadi ujian ketahanan fisik yang berat bagi para pemain.

Lokasi syuting yang dibangun secara nyata di atas rawa-rawa dan sungai memaksa para aktor untuk bersahabat dengan air kotor dan lumpur.

Putri Intan Kasela membagikan pengalaman paling ekstrem yang dia alami. Dia harus melakoni adegan di mana dirinya dimasukkan ke dalam gentong air dan dilarung ke sungai. Adegan ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan berhari-hari.

"Susahnya sih di situ, main air terus. Kayak bisa lima hari lima malam tuh benar-benar basah terus tiap malam karena aku tuh ada di atas gentong. Di atas gentongnya itu bakal dianyutin di sungai itu," kenang Putri.

Kondisi ini diperparah dengan akses lokasi yang sulit. Untuk membersihkan diri saja, Putri harus menempuh perjalanan satu jam dari lokasi syuting ke penginapan. Seringkali, dia sudah terlalu lelah untuk benar-benar membersihkan sisa lumpur rawa di rambutnya.

"Rambut tuh kayak baru mandi, basah nih masih... Masalahnya bukan air, (tapi) lumpur, airnya kan karena ini kan kayak rawa gitu. Jadi udah kayak aduh kotor, mau enggak mau disiram, udah habis itu tidur," curhatnya.

Gangguan "Klotok" dan Tantangan Teknis

Selain tantangan alam, gangguan teknis juga menjadi makanan sehari-hari. Karena syuting dilakukan di lingkungan sungai yang hidup dan aktif, suara perahu motor atau yang oleh warga lokal disebut "klotok" sering kali mengganggu pengambilan suara.

Putri menjelaskan bahwa tidak mungkin menghentikan aktivitas warga sepenuhnya.

"Kesulitannya tuh kadang apalagi di Kandangan ya. Itu tuh orang masih menggunakan klotok untuk ke pasar... Nah klotok itu kan mesinnya berisik ya. Kalau misalnya motor masih bisa kita stop-in, kalau klotok kan kita udah enggak bisa stop-in," jelasnya.

Hal inilah yang membuat banyak adegan, terutama yang emosional dan membutuhkan konsentrasi tinggi, harus diulang berkali-kali.

"Apalagi kalau misalnya kita udah setengah (adegan), itu kedengeran banget dong karena kita memang syutingnya tuh di atas sungai," tambahnya.

CGI yang "Tidak Gagal"

Meski banyak menggunakan set praktikal dan lokasi asli, film ini tetap membutuhkan sentuhan teknologi untuk visualisasi pelepasan kepala Kuyang. Putri memastikan bahwa penggunaan CGI (Computer Generated Imagery) di film ini digarap dengan serius.

"CGI-nya memang bakal keren banget. Nanti kalian kalau nonton pasti Kuyangnya menurut aku yang sudah melihat tuh itu tidak fail sih. Keren banget untuk CGI Kuyangnya," klaim Putri.

Pesan Moral: Jangan Pendam Rasa, Jangan Salah Langkah

Di akhir wawancara, Ochi Rosdiana dan Putri Intan Kasela memberikan pesan mendalam bagi calon penonton. Film ini bukan sekadar wahana menakut-nakuti, melainkan cermin bagi manusia untuk lebih bijak mengelola emosi dan keputusan.

Ochi mengingatkan agar penonton tidak meniru sifat karakternya yang memendam perasaan hingga akhirnya menyesal.

"Jangan memendam perasaan apapun terhadap seseorang. Ketika kita merasakan marah, kesal atau suka atau cinta atau sayang, lebih baik ungkapkan selagi masih ada orangnya, ada wujudnya, ada kesempatannya," pesan Ochi.

Sementara Putri menekankan pada aspek pengambilan keputusan dalam hidup.

"Pilihan sesuatu tuh jangan terlalu buru-buru. Harus dipikirin lagi, terus juga harus dipikirin matang. Apalagi dengan keputusan yang sangat besar untuk di hidupnya," tutupnya.

Film Kuyank dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026. Film ini menjanjikan pengalaman horor yang berbeda, yakni berakar dari budaya, tumbuh dari drama manusia, dan divisualisasikan dengan kengerian yang nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Film Kuyank: Prekuel Saranjana yang Penuh Misteri Gelap!

Film Kuyank: Prekuel Saranjana yang Penuh Misteri Gelap!

Your Say | Selasa, 03 Februari 2026 | 17:00 WIB

Cinta Terlarang di Kalimantan Selatan: Apa Rahasia di Balik Ketegangan Film 'Kuyank'?

Cinta Terlarang di Kalimantan Selatan: Apa Rahasia di Balik Ketegangan Film 'Kuyank'?

Video | Senin, 26 Januari 2026 | 19:25 WIB

Profil Putri Intan Kasela, Aktris yang Mencuri Perhatian Lewat Film Kuyank

Profil Putri Intan Kasela, Aktris yang Mencuri Perhatian Lewat Film Kuyank

Your Say | Senin, 26 Januari 2026 | 18:00 WIB

Produksi Tak Main-Main Film Kuyank, Risiko Kehilangan Miliaran Rupiah saat Syuting di Pedalaman

Produksi Tak Main-Main Film Kuyank, Risiko Kehilangan Miliaran Rupiah saat Syuting di Pedalaman

Entertainment | Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:00 WIB

Tiket Gala Premiere Film Horor Kuyank Diskon Buy 1 Get 1, Cek Syaratnya

Tiket Gala Premiere Film Horor Kuyank Diskon Buy 1 Get 1, Cek Syaratnya

Entertainment | Senin, 19 Januari 2026 | 11:38 WIB

Mengupas Film Kuyank, Kisah Manusia Penuntut Ilmu Hitam dan Teror Nyata di Sungai Kalimantan

Mengupas Film Kuyank, Kisah Manusia Penuntut Ilmu Hitam dan Teror Nyata di Sungai Kalimantan

Video | Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:10 WIB

Ada Rio Dewanto, Sinopsis Kuyank: Petaka Cinta dan Teror di Kalimantan

Ada Rio Dewanto, Sinopsis Kuyank: Petaka Cinta dan Teror di Kalimantan

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 18:35 WIB

Terkini

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

×