Nama Nikita Willy Diseret Usai Pengakuan Aurelie Moeremans, Benarkah Pernah Jadi Korban Grooming?

Sumarni Suara.Com
Rabu, 14 Januari 2026 | 10:00 WIB
Nama Nikita Willy Diseret Usai Pengakuan Aurelie Moeremans, Benarkah Pernah Jadi Korban Grooming?
Nama Nikita Willy Terseret Usai Pengakuan Aurelie Moeremans (instagram)

Suara.com - Nama Nikita Willy kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah pengakuan mengejutkan Aurelie Moeremans memicu gelombang spekulasi publik.

Aurelie sebelumnya mengungkap pengalaman pahit perundungan yang dia alami di awal karier melalui buku Broken Strings dan sejumlah podcast populer.

Meski Aurelie tidak pernah menyebut nama secara langsung, warganet ramai melakukan analisis berdasarkan petunjuk waktu, lokasi, dan konteks cerita.

Hasil cocoklogi tersebut kemudian menyeret nama Nikita Willy, yang kala itu dikenal luas sebagai pemeran utama sinetron papan atas.

Perbincangan pun melebar, tidak hanya soal dugaan bullying di lokasi syuting, tetapi juga menyinggung masa lalu hubungan asmara Nikita.

Sebagian warganet bahkan mengaitkannya dengan istilah karma, menyebut Nikita pernah menjadi korban child grooming di masa remajanya.

Narasi tersebut memicu debat panjang, karena menyentuh isu sensitif yang berkaitan dengan hukum, psikologi, dan etika pemberitaan figur publik.

Untuk memahami duduk perkara secara utuh, penting memisahkan antara spekulasi warganet dan fakta yang dapat diverifikasi secara objektif.

Benarkah Nikita Willy Pernah Mengalami Child Grooming? (instagram)
Benarkah Nikita Willy Pernah Mengalami Child Grooming? (instagram)

Isu grooming mencuat ketika warganet menyinggung hubungan Nikita Willy dengan pesepakbola Diego Michiels pada periode 2012–2014.

Baca Juga: Andien Ungkap Trauma Masa Lalu Usai Membaca Buku 'Broken Strings' Aurelie Moeremans

Saat hubungan tersebut dimulai, Nikita berusia 17 tahun sementara Diego berusia 21 tahun, dengan selisih usia empat tahun.

Secara hukum Indonesia, usia di bawah 18 tahun masih dikategorikan sebagai anak menurut Undang-Undang Perlindungan Anak.

Namun, child grooming secara psikologis melibatkan manipulasi, niat jahat, dan ketimpangan kuasa yang ekstrem sejak awal hubungan.

Dalam kasus Nikita dan Diego, hubungan berlangsung terbuka, diketahui keluarga, serta terekspos luas oleh media nasional.

Nikita sendiri saat itu telah menjadi bintang besar dengan kemandirian finansial dan posisi tawar yang kuat di industri hiburan.

Kondisi tersebut tidak mencerminkan pola relasi predator dan korban yang lazim ditemukan dalam kasus grooming.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI