“Umumnya pelaku itu akan membuat sebuah “kebiasaan”. Misalnya menyentuh tuh dibiasakan, mencium itu juga dibiasakan,” katanya.
Bahkan, mereka tak segan menunjukkan konten bernuansa seksual agar korban merasa hal tersebut wajar.
Setelah itu, pelaku bahkan mulai berani masuk ke hal-hal yang bersifat lebih intim.
“Atau menunjukkan misalnya gambar-gambar yang arahnya seksualitas, supaya anak ini merasa bahwa ini (biasa) dan menormalisasi hal tersebut. Lalu masuk ke hal-hal yang lebih intimasi,” lanjut Joice.
Sementara itu, sosok Bobby yang diceritakan Aurelie melalui memoarnya digambarkan sebagai sosok lelaki lebih tua yang mendekatinya ketika ia berusia 15 tahun.
Saat melakukan pendekatan, Bobby menunjukkan berbagai tindakan yang membuat Aurelie tak bisa menolaknya.
Ia rela menunggu Aurelie yang tengah syuting hingga berjam-jam dan juga tak segan mengunjungi rumah Aurelie. Ia bahkan berani menyentuh dan melakukan hal-hal sensitif.
Semua tindakan yang dilakukan Bobby membuat Aurelie tak berkutik hingga memutuskan untuk menerimanya sebagai kekasih meski usia mereka terpaut sangat jauh.
Kontributor : Rizka Utami
Baca Juga: Klarifikasi Kak Seto Dituding Tak Bantu Aurelie Moeremans Lepas dari Cengkraman 'Bobby'