- Adik dari William Roberts ini resmi bergabung dalam sinetron Asmara Gen Z berperan sebagai Oliver, seorang peretas (hacker) jenius dari Amerika.
- Oliver terjun ke dunia akting berkat motivasi dan restu dari kakak-kakaknya (William, Junior Roberts, dan Cinta Brian) serta ibunya.
- Demi menghilangkan logat Bali yang kental, Oliver rela berlatih dialek Jakarta hingga jam 3 pagi dengan cara membaca novel keras-keras sebelum syuting.
Suara.com - Sinetron Asmara Gen Z yang sedang booming, kehadiran bintang baru. Dia adalah Oliver Roberts, adik William Roberts yang lebih dulu sudah memeriahkan sinetron ini.
Meski namanya masih cukup asing di telinga penikmat sinetron, Oliver Roberts bisa jadi membawa warna baru dalam alur cerita Asmara Gen Z.
Dalam debutnya ini, ia mendapatkan kepercayaan memerankan karakter yang memiliki nama yang sama dengan dirinya.
Oliver menjelaskan bahwa perannya dalam sinetron ini bukanlah karakter sembarangan. Ia berperan sebagai seorang pemuda jenius dengan latar belakang yang cukup misterius bagi para tokoh lainnya.
"Di sini aku jadi hacker kepercayaannya Fares. Ceritanya aku baru datang dari Amerika, sekarang lagi di pesawat menuju Indonesia," tutur Oliver Roberts saat memperkenalkan perannya dalam konferensi pers virtual pada Kamis, 15 Januari 2026.
Tokoh Oliver diceritakan sebagai teman masa kecil dari karakter Fatah, Aqila dan Haruna.
Kehadirannya diproyeksikan akan memberikan bumbu konflik baru yang lebih segar dan dinamis di tengah persahabatan para tokoh utama.
Terjunnya Oliver ke dunia akting bukanlah paksaan. Melainkan keinginan yang muncul setelah melihat keberhasilan kakak-kakaknya.
Oliver Roberts mengaku menjadikan para kakaknya sebagai teladan atau role model dalam berkarier.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sinetron Indonesia Mirip Asmara Gen Z untuk Anak Muda
"Karena melihat mereka (kakak-kakak) sudah duluan di akting, aku jadi tertarik dan pengen coba. Kebetulan ada kesempatan di Asmara Gen Z, ya aku ambil," jelas lelaki yang merupakan atlet basket ini.
William Roberts kemudian bercerita awal keterlibatan adiknya di sinetron Asmara Gen Z. Semua berhulu pada restu ibu mereka.
William mengungkapkan bahwa ia bersama Junior Roberts dan Cinta Brian turut membujuk sang ibu agar memberikan restu.
Setelah mendapatkan lampu hijau, barulah Oliver merasa percaya diri untuk mengikuti proses casting dan bergabung.
"Oliver sudah sempat ditawari dari beberapa bulan lalu, tapi dia masih ragu. Akhirnya aku, Junior (Roberts), dan Cinta (Brian) coba bujuk Mama, terus Mama yang bujuk Oliver buat coba," terang William mengenai proses di balik layar.
Oliver Roberts akhirnya memberanikan diri, mencoba terlibat dalam sinetron yang sedang digandrungi anak muda tersebut.
Oliver Roberts akhirnya berada dalam satu judul yang sama dengan William Roberts. Baginya, ada rasa tegang sekaligus aman saat beradu akting.
"Tenangnya karena kalau ada adegan yang bingung, aku bisa tanya langsung ke 'senior' ini. Tapi deg-degannya pas lagi take terus ditontonin sama William, rasanya jadi gimana gitu," ungkap Oliver sembari tertawa.
William Roberts jug sangat antusias menyambut adiknya di lokasi syuting. Baginya, melihat Oliver mulai belajar berakting adalah momen yang sangat membahagiakan.
"Sangat happy karena adik bisa ikut ke lokasi. Tapi yang lucu adalah saya tiba-tiba merasa jadi orang dewasa di lokasi karena harus membimbing dia, jadi senior tiba-tiba," kata William Roberts dengan nada bercanda.
Namun, perjalanan Oliver menuju layar kaca tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang.
Sebagai pemuda yang besar dengan lingkungan logat Bali yang kental, ia mengalami kesulitan saat harus berdialog dengan bahasa Indonesia yang netral atau bergaya Jakarta.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Oliver Roberts menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam belajar.
Ia melakukan berbagai upaya agar kualitas akting dan bicaranya bisa memenuhi standar industri sinetron kejar tayang.
William menceritakan bagaimana kerja keras adiknya setiap malam demi mengubah aksen bicaranya.
Oliver rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melatih pelafalan kata per kata agar tidak terdengar janggal saat syuting.
"Oliver ini rajin banget belajarnya. Sebelum syuting hari pertama, dia giat banget latihan," kata William Roberts.
"Awalnya dia punya logat Bali yang kental banget, jadi tiap hari dia latihan baca novel keras-keras supaya logatnya lebih Jakarta atau netral," imbuh adik Junior Roberts ini.
Bahkan, kegigihan Oliver sempat membuat sang kakak geleng-geleng kepala.
Sebab adiknya seolah tidak mempedulikan rasa lelah demi memberikan hasil yang maksimal pada penampilan perdananya.
"Dia rela latihan sampai jam 3 pagi pas baru mendarat, padahal paginya harus syuting," tambah William Roberts mengenai perjuangan sang adik di awal masa syuting.
Kini, dengan kerja keras tersebut, Oliver Roberts siap membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar menjual nama besar keluarga. Melainkan memiliki bakat yang patut diperhitungkan.
Penasaran dengan bagaimana aksi Oliver Roberts saat membobol sistem keamanan sebagai peretas ganteng di Asmara Gen Z?
Penonton bisa menyaksikan akting debutnya bersama sang kakak setiap hari di layar kaca.