- Istri Babe Cabita, Zulfati Indraloka, masih sering menerima permintaan tarif kerja sama untuk komedian yang telah berpulang.
- Beberapa oknum agensi bahkan bersikap tidak sopan dan marah karena pesan mengenai Babe Cabita tidak dibalas.
- Babe Cabita meninggal pada 9 April 2024 setelah berjuang melawan penyakit langka Anemia Aplastik.
Suara.com - Meski sosok komika jenaka Babe Cabita telah berpulang hampir dua tahun lamanya, nampaknya nama besar sang komedian masih membekas kuat di ingatan industri periklanan.
Namun, hal ini justru menyisakan cerita unik sekaligus miris bagi sang istri, Zulfati Indraloka.
Melalui unggahan di Instagram Story-nya, perempuan yang akrab disapa Zulfa ini mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan.
Hingga saat ini, ia mengaku masih sering menerima pesan dari berbagai agency yang menanyakan rate card atau tarif kerja sama untuk mendiang suaminya.
"Guys, mohon maaf nih ya buat agency yang sampai saat ini masih tanyain rate card Babe Cabita," tulis Zulfa dengan nada yang campur aduk antara heran dan lelah.
![Istri Babe Cabita mengungkap masih banyak agency yang bertanya soal rate card sang suami. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/01/16/78952-babe-cabita.jpg)
Zulfa merasa perlu memberikan teguran sekaligus pengingat karena frekuensi pesan yang masuk tidak berkurang, meski sang suami telah tiada sejak 9 April 2024 lalu.
Ironisnya, ada beberapa oknum agency yang justru bersikap tidak sopan karena merasa diabaikan.
"Saya mau mengingatkan kembali bahwa Babe Cabita sudah meninggal. Bahkan sampai ada agency yang marah-marah karena chat-nya enggak dibalas," ujarnya.
Menanggapi desakan tersebut, Zulfa pun melontarkan sindiran halus yang cukup menggelitik sekaligus menyentuh hati.
Baca Juga: Lagi Trend, Ini 5 Artis Indonesia yang Pernah Berobat ke Malaysia
Ia mengaku bingung bagaimana harus merespons permintaan kerja sama untuk seseorang yang sudah berada di alam keabadian.
"Saya lama balas karena bingung mau kasih rate yang mana. Rate yang masih hidup atau rate yang sudah meninggal?" celetuknya.
Sebagai informasi, Babe Cabita mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit langka, Anemia Aplastik.
Penyakit ini merupakan kondisi serius di mana sumsum tulang belakang berhenti memproduksi sel darah baru yang cukup untuk tubuh.
Kisah ini menjadi pengingat bagi para pelaku industri kreatif untuk lebih teliti dan memiliki empati dalam menjalin komunikasi bisnis, terutama terhadap figur publik yang telah tiada.
Di sisi lain, fenomena ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan "kehadiran" Babe Cabita yang seolah tak pernah padam di hati banyak orang.