- Film horor-romansa "Tolong Saya! (Dowajuseyo)" produksi Heart Pictures tayang 29 Januari 2026, menggabungkan budaya Indonesia-Korea.
- Aktor utama, Cinta Brian dan Saskia Chadwick, menghadapi tantangan berat melafalkan dialog bahasa Korea dan aksen Inggris.
- Proses produksi di Korea Selatan terkendala cuaca dingin ekstrem, sementara Saskia menjalani latihan intensif untuk adegan kerasukan.
Suara.com - Menggabungkan dua budaya dalam satu layar lebar bukan perkara mudah, apalagi jika melibatkan dua negara dengan bahasa yang sangat berbeda.
Hal inilah yang dirasakan para pemain film horor-romansa terbaru produksi Heart Pictures, Tolong Saya! (Dowajuseyo).
Dalam acara Gala Premiere yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 21 Januari 2026, para bintang utama membagikan pengalaman unik mereka selama proses produksi yang berlangsung di Indonesia dan Korea Selatan.
Film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 29 Januari 2026 ini tidak hanya menawarkan ketegangan horor, tetapi juga tantangan linguistik yang berat bagi para aktornya.
Cinta Brian dan Saskia Chadwick, yang didapuk sebagai pemeran utama, mengaku harus bekerja ekstra keras untuk mendalami dialog berbahasa Korea dan Inggris.
Kendala Bahasa dan Mentor Dadakan
![Gala premiere film Tolong Saya! Dowajuseyo di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 21 Desember 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/22/81441-gala-premiere-film-tolong-saya-dowajuseyo.jpg)
Bagi Cinta Brian, memerankan karakter Dion memberikan tekanan tersendiri. Selain harus membangun emosi yang kuat, dia juga dituntut melafalkan bahasa Korea dengan fasih serta bahasa Inggris dengan aksen British.
Aktor kelahiran Bali tersebut mengaku sangat mengandalkan lawan mainnya, Kim Geba (Bung Korea), untuk membimbing pelafalan bahasa asing tersebut.
"Kalau aku, lebih benarnya minta bimbingan dari Kim Geba sendiri per kata-katanya seperti apa, supaya aku bisa masukin energi dan perasaan yang aku punya. Jujur saja, aku benar-benar main pakai feeling, tapi PR-nya itu harus tahu arti per katanya," ungkap Cinta kepada awak media.
Baca Juga: Nuits de la Lecture 2026 Resmi Digelar, Rayakan Literasi Lewat Tema Kota dan Desa
Tantangan Cinta tidak berhenti di situ. Memerankan tokoh yang memiliki ayah asal Inggris memaksanya mengubah logat bicaranya.
"Aku bisa bahasa Inggris, bukan masalah buat aku. Yang jadi masalah adalah logatnya, itu British accent. Bapakku memang dari Inggris, tapi beliau jarang pakai logat Inggris, lebih suka pakai bahasa Indonesia dengan logat bule. Itu jadi PR aku," tambahnya.
Hal serupa dirasakan oleh Saskia Chadwick. Berperan sebagai Tania, mahasiswi Indonesia di Korea Selatan, Saskia merasa antusias sekaligus tertekan.
Meskipun dia penggemar budaya Korea, berakting dengan bahasa tersebut adalah hal berbeda.
"Ada senangnya, ada pressure-nya juga. Senangnya karena dari dulu Saskia ngefans banget sama budaya dan industri Korea. Cuma pressure-nya adalah membawa bahasa orang. Paling yang Saskia tahu cuma 'Annyeong', tapi untuk mengucapkannya itu masih susah," jelas aktris 19 tahun tersebut.
Saskia pun tak segan memuji peran Kim Geba yang selalu siap sedia membantu di lokasi syuting.
"Aku benar-benar kayak bisa 'Cut!' gitu, terus tanya 'Benar enggak bahasa Koreanya?' ke Kak Geba. Dia selalu ada untuk mengonfirmasi dan membetulkan," tutur Saskia.
Kim Geba Kembali Belajar dari Nol
Menariknya, Kim Geba yang dikenal fasih berbahasa Korea justru mengaku ini adalah pengalaman pertamanya berakting menggunakan bahasa leluhurnya dalam sebuah film.
Pria yang berperan sebagai Dr. Park Min Jae ini bahkan harus mempelajari kembali dasar-dasar Hangeul agar tampil sempurna.
"Ini pertama kali aku syuting film pakai bahasa Korea. Waktunya enggak terlalu lama, jadi aku benar-benar belajar di rumah dari dasar Hangeul. Beban banget memang, tapi aku tahu hasilnya pasti bagus karena segigih itu aku mencoba belajar, walaupun itu bukan bahasa sehari-hari aku," beber Geba.
Totalitas Adegan Kesurupan
Selain tantangan bahasa, aspek horor dalam film ini juga digarap dengan serius. Tolong Saya! (Dowajuseyo) mengisahkan Tania yang diteror oleh arwah korban pelecehan seksual bernama Min Yong.
Untuk adegan kesurupan, Saskia Chadwick harus menjalani pelatihan intensif selama dua minggu bersama pelatih akting.
Saskia mengaku dirinya bukan orang yang luwes, sehingga adegan tubuh yang bergerak aneh saat kerasukan menjadi tantangan fisik yang berat.
"Sama Om Dadang (acting coach) dilatih selama dua minggu. Biasanya kita reading dari jam delapan pagi sampai lima sore, lalu lanjut latihan scene kesurupan sampai jam delapan malam. Banyak trial and error-nya, apakah harus nangis sambil teriak atau ekspresi menyeramkan lainnya," kenang Saskia.
Kim Geba turut menambahkan perspektif mengenai horor di Korea Selatan. Menurutnya, konsep kesurupan atau arwah gentayangan tidak sepopuler di Indonesia.
"Di Korea ada cerita horor, tapi mungkin tidak sesering di Indonesia. Kalau di sini (Indonesia) orang lebih cenderung percaya hal mistis. Kalau di Korea atau Barat, reaksinya lebih skeptis. Tapi karena di Indonesia banyak yang mengaku pernah lihat, jadi temanya lebih sering dialami," jelas Geba.
Cuaca Ekstrem dan Dinamika Kakak-Adik
Proses syuting yang memakan waktu sekitar dua Minggu di Korea Selatan, khususnya di Busan dan Seoul, menyisakan cerita tak terlupakan mengenai cuaca.
Para pemain yang mengira akan menghadapi musim panas yang terik justru dibuat menggigil.
"Harusnya pas kita syuting sudah masuk musim panas. Yang aku baca, musim panas di Korea bisa lebih panas dari Indonesia. Ternyata kita malah kedinginan banget, aku pakai jaket terus. Kita enggak ada persiapan bawa baju tebal," kata Saskia.
Di sisi lain, film ini juga menjadi ajang reuni bagi Cinta Brian dan adiknya, William, yang turut ambil peran.
Cinta menegaskan bahwa keterlibatan adiknya murni melalui proses casting, bukan nepotisme. Uniknya, selama persiapan di rumah, Cinta memilih untuk bersikap "egois" demi mendalami peran.
"Pas di rumah aku lebih ke egois ya, enggak mau ajak dia ngobrol karena lagi belajar bahasa Korea. Paling ngobrol sekadarnya, habis itu aku bilang, 'Wil, bentar dulu ya aku belajar dulu, ini berat banget.' Dia malah ketawa dan akhirnya ikut iseng belajar juga," cerita Cinta sambil tertawa.
Sebagai informasi, Film Tolong Saya! (Dowajuseyo) sendiri mengangkat kisah Tania (Saskia Chadwick) yang menuntut ilmu di Korea Selatan namun justru terjebak dalam teror supranatural.
Dia dihantui arwah Min Yong yang meminta bantuan untuk menuntut keadilan. Dalam perjalannya, Tania dibantu oleh Dr. Park (Kim Geba), namun situasi semakin rumit dengan kehadiran Dion (Cinta Brian), sosok masa lalu yang obsesif dan menyimpan motif tersembunyi.
Film yang menggabungkan elemen budaya Indonesia-Korea ini juga dibintangi oleh Aruma Khadijah, Dito Darmawan, serta aktor cilik Korea, Kim Seoyoung.