Tumbuh besar di bawah asuhan seorang ibu yang berstatus orangtua tunggal membentuk karakter Syifa menjadi perempuan yang sangat mandiri.
Pengalaman melihat sang ibu bekerja keras untuk menghidupinya dan sang adik membuat Syifa merasa tidak membutuhkan sosok laki-laki sebagai tumpuan hidup di masa mudanya.
Fokus utamanya sejak dini adalah bekerja keras di dunia hiburan demi membangun masa depan bagi keluarganya.
Ketangguhan sang ibu menjadi inspirasi terbesar bagi Syifa untuk tidak bergantung pada orang lain.
"Aku enggak ngerasa ada need aku di situ awalnya untuk membutuhkan figur seorang laki-laki," imbuhnya.
Dia merasa bahwa selama sang ibu mampu membesarkan anak-anaknya dengan baik sendirian, maka dia pun bisa melakukan hal yang sama untuk mencukupi kebutuhan keluarganya
Pandangan Syifa terhadap pernikahan dan kehadiran sosok pria dalam keluarga mulai bergeser seiring berjalannya waktu.
Hal ini terjadi ketika sang ibu akhirnya menikah lagi.
Syifa menyambut baik kehadiran ayah sambungnya yang kini telah dianggapnya seperti ayah kandung sendiri.
Baca Juga: Ahmad Dhani Bocorkan Bulan Nikah El Rumi, Langsung Ditegur Mulan Jameela
Kehadiran sosok ini memberikan warna baru dalam hidupnya dan memberikan contoh nyata mengenai hubungan keluarga yang harmonis.
Syifa merasa sangat bersyukur dengan kehadiran sosok ayah sambung ini karena memberikan rasa nyaman yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan.
"Sekarang alhamdulillah aku juga sudah ketemu ayah aku yang sekarang ayah tiri aku which is aku nganggap dia kayak ayah aku sendiri," katanya.
Transformasi perasaan ini diakui Syifa memberikan dampak positif bagi kesehatan mentalnya.
Dia mulai menyadari memiliki dukungan dari seorang figur ayah adalah hal yang menyenangkan.
"Pas aku akhirnya ketemu sama ayah aku yang sekarang gitu oh ternyata it's nice to have someone ya it's nicer ya," tutur Syifa.