Suara.com - Harry Styles mengungkapkan rasa duka mendalam setelah kehilangan Liam Payne, mantan rekan satu grupnya di One Direction, yang meninggal pada Oktober 2024.
Bagi Harry, mengenal Liam dan berjuang bersama di dunia musik merupakan kenangan yang tak akan pernah ia lupakan.
Dalam wawancara eksklusif di program Apple Music bersama DJ Zane Lowe, Harry akhirnya membuka diri mengenai kepergian Liam. Ia mengaku sangat terpukul dan merasa kehilangan besar.
"Sulit sekali kehilangan teman yang begitu mirip denganmu dalam banyak hal," ungkap Harry Styles.
Ia juga mengakui bahwa hingga kini membicarakan kepergian Liam masih terasa berat baginya.
"Sejujurnya, bahkan hanya membicarakan hal ini saja kadang masih terasa sulit bagi saya. Ada masa setelah dia meninggal ketika saya benar-benar kesulitan," tuturnya.
Harry mengungkap, kehilangan seorang teman memberikan dampak besar dalam hidupnya. Namun di sisi lain, ia juga merasakan adanya ekspektasi publik tentang bagaimana seseorang seharusnya mengekspresikan duka.
"Lalu tiba-tiba kita juga sadar bahwa mungkin ada harapan dari orang lain agar kita mengekspresikan kesedihan itu dengan cara tertentu, seolah-olah jika tidak, berarti kita tidak benar-benar merasakan apa yang kita rasakan," katanya.
Baca Juga: Brad Arnold, Vokalis dan Pendiri 3 Doors Down Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun
Lebih lanjut, Harry pun menggambarkan Liam bukan sekadar rekan kerja, melainkan sosok istimewa dengan ambisi besar untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik.
"Saya melihat seseorang dengan hati yang paling baik yang hanya ingin menjadi hebat. Dia adalah orang yang sangat istimewa, dan kepergiannya benar-benar menyedihkan,” ujar Harry.

Menurut Harry, momen kehilangan tersebut juga membuatnya merenungkan kembali tujuan hidupnya.
Pasca kepergian Liam, Harry mengaku mulai mempertanyakan arah serta tujuan hidupnya dari perspektif yang berbeda.
"Itu adalah momen yang sangat penting bagi saya, dalam hal melihat kembali hidup saya dan mampu berkata pada diri sendiri: 'Oke, apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya? Bagaimana saya ingin menjalani hidup saya?'," lanjutnya.
Bagi Harry, duka tidak seharusnya menghentikan langkah, melainkan menjadi pengingat untuk menghargai setiap waktu yang dimiliki.