Produksi Tak Main-Main Film Kuyank, Risiko Kehilangan Miliaran Rupiah saat Syuting di Pedalaman

Ferry Noviandi, Tiara Rosana

Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:00 WIB
Produksi Tak Main-Main Film Kuyank, Risiko Kehilangan Miliaran Rupiah saat Syuting di Pedalaman
Poster film Kuyank. [Instagram]
baca 10 detik
  • Film prekuel Saranjana Universe berjudul Kuyank tayang perdana pada 23 Januari 2026 di Jakarta Selatan.
  • Produksi film ini sangat ambisius, melibatkan risiko alat mahal dan riset mendalam di pedalaman Kalimantan.
  • Kuyank menyajikan mitos Kuyang versi masyarakat Banjar, bukan sekadar horor pembunuhan, berbeda dari horor Jawa.

Suara.com - Kualitas visual dan kerumitan produksi dari prekuel Saranjana Universe, Kuyank, akhirnya terungkap secara utuh. 

Setelah rentetan promosi yang memancing rasa penasaran publik, DHF Entertainment membuktikan klaim "produksi totalitas" mereka dalam acara gala premiere yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Jika sebelumnya sorotan tertuju pada jajaran pemain dan premis cerita, kini skala produksi yang "gila-gilaan" menjadi perbincangan utama. 

Sang sutradara, Johansyah Jumberan, blak-blakan mengenai pertaruhan besar yang diambil timnya demi menghadirkan teror folklore Kalimantan yang autentik, termasuk risiko menenggelamkan kamera bernilai miliaran rupiah.

Pertaruhan Alat Miliaran di Pedalaman Kalimantan

Dalam sesi konferensi pers usai penayangan perdana, pria yang akrab disapa Jo ini tidak menampik bahwa Kuyank adalah proyek yang jauh lebih ambisius dan menguras mental dibandingkan pendahulunya, Saranjana: Kota Ghaib. 

Tantangan terberat bukan hanya pada cerita, melainkan medan syuting yang ekstrem.

"Mewujudkan film Kuyank ini enggak gampang, karena bawa ratusan orang ke pedalaman Kalimantan hampir lima jam. Kamera kita itu Alexa 35, kalau terjun satu (ke sungai), berapa miliar saya harus ganti," kata Jo menggambarkan tingginya risiko produksi di lokasi perairan.

Keseriusan ini juga terlihat dari durasi pengerjaan efek visual.

baca juga

Tidak ingin mengecewakan penonton dengan CGI (Computer Generated Imagery) yang asal-asalan, Jo menggandeng LMN Studio, pemenang Piala Citra FFI dua kali berturut-turut, untuk memoles sosok Kuyang agar terlihat realistis namun tetap artistik.

Pemutaran perdana film Kuyank di JAFF 2025 (Suara.com/Rosiana)
Pemutaran perdana film Kuyank di JAFF 2025 (Suara.com/Rosiana)

"Kita mengerjakan CGI selama setahun. Tim CGI yang dipakai itu yang menang FFI dua kali berturut-turut," ujarnya. 

Jo menegaskan bahwa dia belajar banyak dari kritik di film sebelumnya dan bertekad memberikan kepuasan visual maksimal. 

"Produksi Kuyank ini bukan main-main. Saya tahu tidak akan memberikan kepuasan apalagi ke orang yang membenci kami (jika tidak maksimal)," ucap Jo.

Mitos yang "Diluruskan" dan Dominasi Horor Jawa

Selain aspek teknis, kedalaman riset budaya menjadi nilai jual utama film tersebut.

Penulis skenario, Asaf Antariksa menjelaskan bahwa Kuyank hadir untuk meluruskan salah kaprah mengenai mitos hantu kepala terbang tersebut.

Berbeda dengan representasi horor pada umumnya yang menjadikan hantu sebagai mesin pembunuh, Kuyank versi DHF Entertainment setia pada pakem kepercayaan masyarakat Banjar.

"Mitos yang kami ambil yakni Kuyang tidak membunuh, tapi masyarakat Banjar salah paham. Kalau Kuyank di Banjar biasanya terikat soal keinginan kecantikan, rasa sayang suami, dan awet muda," imbuh Asaf.

Asaf menilai, pendekatan ini justru memberikan ruang teror psikologis dan drama yang lebih mencekam dibandingkan sekadar adegan sadis.

Film ini juga menjadi antitesis dari dominasi horor berlatar budaya Jawa di industri perfilman nasional.

"Seluruh film horor biasanya film horor Jawa, tapi kali ini beda. Saat Jo beri tantangan itu saya sangat senang. Pengalaman emosinya akan berbeda," tutur Asaf.

Tantangan Rio Dewanto: Mancing Ikan hingga Kuliner Unik

Di sisi lain, aktor utama Rio Dewanto menceritakan sisi humanis dari proses syuting yang berat tersebut. 

Memerankan karakter Badri, Rio mengaku pengalaman syuting di tanah kelahiran sang sutradara memberikan kesan mendalam, terutama keramahan warga lokal yang mayoritas muslim dengan adat yang kuat.

Namun, ada hal menggelitik yang ia temukan selama berada di sana

"Pengalaman syuting di Banjar menyenangkan, kalau enggak ada proyek ini mungkin saya enggak pernah ke Kalimantan," tutur Rio.

"Orang sana ramah-ramah. Yang saya bingung kenapa restoran di Kalimantan kok Wong Solo," kata Rio yang disambut gelak tawa. 

Dia juga sempat mencoba memancing di sela waktu syuting yang padat, meski hasilnya nihil.

"Saya coba mancing tapi enggak dapat-dapat ikannya," imbuh suami aktris Atiqah Hasiholan ini.

Sebagai informasi, film Kuyank merupakan prekuel yang mengambil latar waktu tujuh tahun sebelum gerbang kota gaib Saranjana terbuka.

Kisahnya menyoroti rumah tangga Rusmiati (Putri Intan Kasela) dan Badri (Rio Dewanto) yang diuji oleh tekanan sosial untuk memiliki keturunan.

Putus asa karena desakan mertua dan rasa takut kehilangan suami, Rusmiati nekat mempelajari ilmu hitam Kuyang demi kecantikan dan keabadian. 

Keputusan fatal ini memicu rangkaian teror bagi perempuan hamil di desa tersebut, mengubah cinta yang suci menjadi kutukan mematikan.

Film yang juga dibintangi oleh Ochi Rosdiana, Jolene Marie, Barry Prima, dan Dayu Wijanto ini siap menyapa penonton bioskop di seluruh Indonesia mulai 29 Januari 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alas Roban Jadi Film Pertama Raih 1 Juta Penonton di 2026

Alas Roban Jadi Film Pertama Raih 1 Juta Penonton di 2026

Entertainment | Kamis, 22 Januari 2026 | 21:00 WIB

Tembus 850 Ribu dalam 5 Hari, Film Alas Roban Siap Capai 1 Juta Penonton

Tembus 850 Ribu dalam 5 Hari, Film Alas Roban Siap Capai 1 Juta Penonton

Entertainment | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:48 WIB

Tiket Gala Premiere Film Horor Kuyank Diskon Buy 1 Get 1, Cek Syaratnya

Tiket Gala Premiere Film Horor Kuyank Diskon Buy 1 Get 1, Cek Syaratnya

Entertainment | Senin, 19 Januari 2026 | 11:38 WIB

Teror Jalur Pantura Dimulai, Alas Roban Suskes Hantui 176 Ribu Penonton di Hari Pertama

Teror Jalur Pantura Dimulai, Alas Roban Suskes Hantui 176 Ribu Penonton di Hari Pertama

Entertainment | Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:35 WIB

Mengupas Film Kuyank, Kisah Manusia Penuntut Ilmu Hitam dan Teror Nyata di Sungai Kalimantan

Mengupas Film Kuyank, Kisah Manusia Penuntut Ilmu Hitam dan Teror Nyata di Sungai Kalimantan

Video | Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:10 WIB

Bukan Horor Biasa, Penunggu Rumah: Buto Ijo Hadirkan Ketegangan yang Ramah Anak dan Keluarga

Bukan Horor Biasa, Penunggu Rumah: Buto Ijo Hadirkan Ketegangan yang Ramah Anak dan Keluarga

Entertainment | Rabu, 14 Januari 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektare Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektare Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:33 WIB

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Pemusnahan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp68 Miliar di Bengkalis

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 20:32 WIB

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 20:28 WIB

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:24 WIB

×