Suara.com - Aparat Polisi dan TNI yang menyidak penjual es kue jadul dalam sebuah video viral akhirnya minta maaf.
Sebelumnya video viral menunjukkan dua aparat berseragam menuding seorang laki-laki tua menjual es kue jadul dari spons.
Aparat TNI dalam video bahkan menjejali es kue jadul yang sudah diperas tangannya untuk dimakan si penjual.
Sikap aparat TNI tersebut paling disayangkan warganet hingga menuai kritik pedas.
Ditambah lagi hasil pemeriksaan mengungkap es kue jadul milik penjual yang disidak ternyata tidak mengandung bahan berbahaya.
Akun Instagram @lambe_turah lantas membagikan potongan video jumpa pers permintaan maaf terkait video sidak penjual es kue jadul.
Aparat polisi memperkenalkan diri sebagai Aiptu Ikhwan Mulyadi selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru.
Aparat TNI yang berkedudukan sebagai Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran pun berada di sampingnya.
Baca Juga: Penjual Sempat Dijejali, Viral Es Kue Jadul Pakai Bahan Spons Berbahaya Ternyata Hoax
"Kami yang bertugas membuat video tentang penjual es di wilayah Kemayoran menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sedang beredar luas di media sosial," ujar Aiptu Ikhwan.
Kendati begitu, Aiptu Ikhawan mengaku ia dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang hanya berusaha gerak cepat merespons laporan masyarakat sesuai prosedur.
"Tindakan awal kami merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka," ucap Aiptu Ikhawan.

"Sebagai petugas, kami berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan," imbuhnya.
Menanggapi permintaan maaf yang dibagikan pada Selasa, 27 Januari 2026 tersebut, warganet masih belum terima.
Warganet menyoroti tidak adanya permintaan maaf kepada penjual es kue jadul yang diketahui bernama Sudrajat.