Suara.com - Perseteruan antara Indy Barends dengan putranya, Manuel Tobias Sarmanella tengah menjadi sorotan di media sosial.
Pasalnya, Manuel mengaku akan memilih hidup sendiri dan ogah menikah karena berkaca dari pengalamannya sendiri.
Masalah berawal dari unggahan Manuel di TikTok yang membahas dampak ucapan orangtua terhadap kesehatan mental anak.
Video berdurasi 57 detik yang diunggah pada 21 Januari 2026 itu disampaikan Manuel dengan nada tenang namun sarat emosi.
Dalam videonya, Manuel menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental diri sendiri merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
![Manuel anak Indy Barends buka luka hubungan dengan ibunya. [instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/05/74275-indy-barends-dan-manuel.jpg)
Dia juga menyemangati penonton agar tidak menyerah meski sedang berada di titik terendah secara emosional.
Manuel secara terbuka menyinggung luka batin akibat perbedaan pendapat dengan orangtua yang terus dipendam.
"Jikalau hari ini habis menderita dengan omongan orangtua dengan penuh rasa dendam, ini bukan salah lo kok," ujar Manuel.
Dia menyebut anak tidak perlu merasa bersalah ketika merasa terluka oleh ucapan orangtua sendiri.
Menurut Manuel, rasa kesal dan marah akibat perkataan orangtua merupakan reaksi yang manusiawi dan valid.
"Gue pun sering banget ngalamin ini, enggak cuma lo, perasaan lo valid dan reaksi lo wajar," ucapnya.
Manuel menegaskan bahwa luka emosional akibat ucapan orangtua bukan tanggung jawab anak untuk menyembuhkannya.
"Luka yang mereka berikan itu tanggung jawab mereka, bukan lo," katanya dengan tegas.
"Kalau omongan mereka bikin lo ngerasa lemah atau enggak berharga, itu enggak nentuin nilai diri lo," ucap Manuel.
Remaja 17 tahun tersebut mengaku hanya berusaha bertahan dari sikap orangtua yang seharusnya memberi perlindungan.
Menanggapi curhatan tersebut, Indy Barends menyampaikan dukungan dan komitmennya sebagai ibu.
"Manuel, mama selalu ada buat kamu," tulis Indy melalui akun TikTok-nya.
Presenter kondang itu juga mengakui orangtua perlu belajar mendengar dan tidak ragu meminta maaf.
"Kadang anak dianggap jadi luka, boleh kok orangtua minta maaf dan belajar berubah," tulis Indy.
Namun Manuel kembali menyoroti ketidaknyamanan komunikasi dengan ibunya.
"Pendapat dan plan aku sering enggak didengerin dan terlalu dipaksa," tulis Manuel.
Dia mengaku justru lebih takut berbicara dengan orangtua dibandingkan sebaliknya.
"Wajar anak lebih nyaman sendirian untuk melindungi diri dari kesalahpahaman," tutur Manuel.
Curhatan Manuel pun memicu diskusi luas tentang peran orangtua dalam membentuk kesehatan mental anak.
Seorang warganet mengkritik Manuel, menyebutnya akan paham jika nanti merasakan sendiri sulitnya menjadi orangtua.
Namun dalam balasannya, Manuel secara terang-terangan menolak konsep pernikahan.
"Enggak ada yang bilang aku mau nikah, aku ingin hidup sendiri dan fokus ke diri sendiri," imbuh Manuel.
Kontributor : Chusnul Chotimah