- Chiki Fawzi membantah tuduhan tidak kompeten dan hamil terkait pembatalan status petugas hajinya di Jakarta Selatan.
- Status petugas haji Chiki dibatalkan mendadak pada 27 Januari 2026, kemudian dipanggil kembali, lalu dibatalkan lagi pada 29 Januari.
- Chiki menjelaskan bahwa ia mendapatkan status petugas haji melalui Penunjukan Langsung (PL), bukan melalui seleksi tes seperti anggapan publik.
Suara.com - Setelah drama pembatalan statusnya sebagai petugas haji viral di media sosial, Chiki Fawzi kembali buka suara secara blak-blakan.
Dengan tegas, dia membantah berbagai fitnah keji yang dialamatkan kepadanya, termasuk tuduhan inkompeten hingga hamil sebagai alasan pencopotannya.
Dalam sebuah wawancara di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini, Chiki tidak hanya meluruskan misinformasi, tetapi juga menyuarakan rasa ketidakadilan yang mendalam atas perlakuan janggal yang diterimanya.
Drama ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. Setelah mengumumkan pencopotannya secara mendadak pada 27 Januari 2026, Chiki sempat mendapat "plot twist" dengan dipanggil kembali keesokan harinya.
Namun, harapan itu sirna setelah statusnya kembali dibatalkan pada 29 Januari 2026, meninggalkannya dalam kebingungan.

Bantahan Tegas Atas Fitnah Hamil dan Inkompeten
Salah satu hal yang paling membuat Chiki Fawzi terluka adalah beredarnya fitnah yang menyerang personalitas dan kompetensinya.
Dia menegaskan bahwa alasan-alasan tersebut sama sekali tidak benar dan merasa ada pihak yang sengaja menyebarkannya untuk menutupi persoalan sebenarnya.
"Tapi yang bikin aku enggak terima adalah ketika mungkin ada beberapa orang yang berusaha untuk menyelamatkan beberapa nama entitas lalu benar-benar ngefitnah aku dengan berbagai hal," kata Chiki Fawzi.
"Aku enggak terima dituduh dengan syarat-syarat di pencopotan apa? Inkompetensi, hamil, apa dan sebagainya. Makanya aku cut off waktu Kak DP (Dewi Perssik) ngomong. Aku enggak hamil. Aku enggak inkompeten," tegasnya.
Untuk membuktikan dedikasinya, putri dari pasangan musisi Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini merinci bagaimana dia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin penuh. Chiki merasa tuduhan inkompeten sangat tidak berdasar.
"Aku hadir. Aku ikutin semua kegiatan di barak, pelatihan dari jam 4 pagi sampai jam 9:30 malam. Itu non-stop lho. Jam 4 pagi kita udah salat Subuh, absen, lalu kita lari. Aku ikutin tiap hari sama teman-teman," jelasnya.
Merasa Janggal: "Seperti Mau Jadi Deputi Gubernur BI"
![Adab Chiki Fawzi mendapat kritikan saat tampil di acara Pagi-Pagi Ambyar Trans TV. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/06/87201-chiki-fawzi.jpg)
Di luar bantahan fitnah, Chiki mengungkapkan keheranannya atas skala perlakuan yang dia terima.
Menurutnya, respons atas keinginannya yang sederhana untuk menjadi relawan petugas haji terasa sangat berlebihan dan tidak masuk akal, seolah-olah dia sedang mengincar jabatan strategis negara.
"Aku dapat tindakan enggak adil seperti ini, tapi mungkin emang dunia ini tempatnya ketidakadilan," ujarnya pasrah.
"Dan sebenarnya aneh, aku cuma mau jadi petugas Haji kok treatment-nya kayak seakan-akan aku mau jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia gitu loh," tambah Chiki.
Perbandingan tajam itu dia lontarkan untuk menggambarkan betapa tidak logisnya situasi yang dia hadapi, terutama jika melihat rekam jejaknya yang aktif dalam berbagai kegiatan kerelawanan. Baginya, menjadi petugas haji adalah sebuah panggilan jiwa tertinggi.
"Jadi memang petugas Haji ini kayak semacam highest calling aku. Lalu tiba-tiba diginiin ketika aku udah siap mengabdi," ucap Chiki.
Meluruskan Status: Bukan Tidak Lolos, Tapi Penunjukan Langsung
Chiki juga menggunakan kesempatan ini untuk meluruskan narasi keliru yang beredar di media sosial, khususnya TikTok, yang menyebut bahwa dia gagal menjadi petugas haji karena tidak lolos seleksi. Dia menjelaskan bahwa proses yang dirinya lalui berbeda.
"Aku ikut ujian aja enggak, kan penunjukan langsung," ungkapnya.
"Aku dan teman-teman influencer tuh enggak ikut ujian CAT (Computer Assisted Test). Kita PL, Penunjukan Langsung," lanjut dia
Chiki menegaskan bahwa jalur Penunjukan Langsung (PL) adalah salah satu mekanisme resmi yang juga digunakan oleh pihak kementerian lain.
Menurutnya, kesalahpahaman mengenai jalur inilah yang menjadi salah satu pemicu banyaknya fitnah yang beredar.
"Seperti orang-orang kementerian, seperti yang lain, ada namanya lewat jalur PL. Nah itu dia kenapa fitnahnya banyak sekali," imbuhnya.
Chiki juga kembali menegaskan bahwa alasan dia diminta pulang adalah karena "arahan dari atasan". Meski janggal, namun kini dia mulai menerima alasan tersebut.