- Satria Mahathir, yang sebelumnya dipenjara kasus pengeroyokan, kini diduga menipu korban dengan modus penjualan iPhone murah.
- Korban membeli iPhone 15 Pro Max dari Satria Mahathir, namun yang diterima adalah ponsel dummy atau replika tidak berfungsi.
- Satria mengakui telah mengirimkan barang tidak sesuai spesifikasi dan berjanji menyelesaikan masalah, namun barang tetap tidak dapat digunakan.
Suara.com - Satria Mahathir, lelaki yang sempat dipenjara karena kasus pengeroyokan, kini diduga melakukan penipuan dengan modus hp.
Ada beberapa orang yang menyebut dirinya korban Satria Mahathir. Mereka, termakan Iming-iming iPhone murah yang dipromosikan lelaki berjulukan 'cogil' ini.
"Disclaimer: dengan penuh kesadaran pure kesalahan aku, karena tau Satria itu scammer tapi masih percaya sama modusnya," ucap akun @/zexsse di X alias Twitter pada Minggu, 8 Februari 2026.
Si pemilik akun awalnya membeli topi preloved yang dijual Satria Mahathir. Transaksi berjalan lancar, barang yang dikirim pun sesuai.
Sehari setelahnya, Satria Mahathir mempromosikan iPhone 15 Pro Max dengan harga Rp8,5 juta. Barang tersebut adalah second dengan kondisi yang diklaim masih bagus.
Si pemilik akun langsung mentransfer sejumlah uang ke rekening atas nama Satria Mahathir.
"Kata dia, bakal langsung diproses dua atau tiga hari. Ini sampai seminggu lebih," ucapnya.
Saat ditanya melalui DM, Satria Mahathir menjawab, " sudah dikirim sama Rizky. Bacot banget ni orang."
Barang memang dikirim, tapi handphone yang diterima si pemilik akun adalah barang dummy.
Tak berbeda jauh dengan di X, sejumlah warganet yang juga merasa menjadi korban Satria Mahathir, berkumpul dalam satu akun di TikTok @/korban penipuan Satria.
Ada yang tertipu, membeli iPhone 15 Pro Max seharga Rp 5,2 juta.
"Barang yang dikirim hp mainan atau Hp HDC," ucapnya.
Para korban ini mengetahui Satria Mahathir memberikan klarifikasi. Ia mengatakan akan menyelesaikan masalah ini.
"Pihak gue telah mengirimkan sejumlah barang berupa iPhone HDC dan yang unitnya tidak sesuai dengan spesifikasi," kata Satria Mahathir.
"Untuk itu, gue minta waktu dan pengertiannya buat riset total dari awal," imbuhnya.
Tapi ternyata setelah membuat video klarifikasi tersebut, barang yang dikirim tetap saja tidak bisa digunakan.
Seorang warganet memperlihatkan video unboxing setelah Satria Mahathir membuat video klarifikasi tersebut.
"Ini bukan HDC, ini replika. Nggak bisa dinyalain. Hp bohong-bohongan," ucap si warganet.
Si warganet jelas meminta tanggung jawab atas ponsel yang ternyata adalah replika.
"Gue minta tanggung jawab sih. Satria, gila sih. Kacau, kacau," ucapnya.
Sebagai pengingat, menjadi sosok kontroversial di kemunculannya. Ia hanya dipenjara kurang dari 2 Minggu karena mengaku punya bekingan.
"Aku cuma bertahan 13 hari di penjara. Orang-orang di belakangku masih ada. Papaku kan udah meninggal jadi power aku udah sedikit berkurang. Tapi papaku kan bukan satu-satunya orang yang berpengaruh di hidupku," terang Satria.
Lainnya, Satria Mahathir mengaku pernah tidur dengan 28 perempuan. Ada pula cerita dirinya kabur dari rehabilitasi atas penggunaan narkoba.