Suara.com - Perbedaan awal puasa Ramadan 2026 antara Muhammadiyah dengan pemerintah maupun NU memantik pernyataan nyeleneh dari netizen di dunia maya.
Beberapa mempertanyakan tentang sikap untuk mengikuti dua keputusan yang berbeda, namun memilih mengambil keuntungan.
Bolehkan puasa mengikuti pemerintah atau NU yang menetapkan awal Ramadhan 19 Februari 2026, namun nantinya Lebaran mengikuti Muhammadiyah 20 Maret 2026.
Mengingat Idul Fitri versi pemerintah dan NU masih akan diumumkan nanti setelah mendekati akhir bulan Ramadhan. Bisa saja Lebaran 20 Maret atau 21 Maret.
Pernyataan itu membuat seorang ustaz ikut menanggapi yang sedang viral tersebut.
Ini terlihat dari postingan akun Ustaz Rifky Jafar Thalib Official.
"Bolehkah puasa ikut pemerintah, Lebaran ikut Muhammadiyah?" kata seorang narator yang kemudian langsung dijawab sang ustaz.
Ustaz Rifky langsung tertawa mendengar pertanyaan viral tersebut.
Bukan dalil yang dia keluarkan melainkan sebuah analogi yang relate dan mudah dipahami.
Dia menganalogikan sikap itu seperti istri sah dan selingkuhan.
"Ini seperti jalan-jalan, berangkatnya bersama istri, pulang bersama selingkuhan," ucapnya.
Ustaz Rifky meminta agar memilih salah satu dan jangan mengambil untungnya saja.
"Maka pilih salah satu, Anda mau ikut yang mana," tegasnya.
Di caption postingannya, dia meminta agar jangan serakah dengan memilih dua-duanya dan mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
"Pilih salah satu ya, jangan serakah," tulisnya.