Suara.com - Pernyataan Giorgio Antonio yang menyebut kekasihya, Sarwendah sebagai janda gadis langsung memicu hujatan warganet.
Dalam siaran live terbaru, lelaki yang akrab disapa Papio itu dengan santai melontarkan istilah tersebut sambil membela hubungannya dengan Sarwendah.
Dia menegaskan tidak peduli dengan masa lalu kekasihnya dan memilih melihat sosok Sarwendah apa adanya tanpa prasangka.
"Begini aku kasih tahu. Janda ini janda spesial. Janda gadis. Jadi asal kamu tahu aja," ucap Giorgio Antonio seperti dikutip pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Dia menambahkan bahwa setiap orang memiliki masa lalu dan hal tersebut menurutnya adalah sesuatu yang normal dalam kehidupan.
"Mungkin udah nikah, tapi takdirnya tidak jadi lagi, atau apapun ada. Setiap orang itu punya masa lalu. Tapi saya tidak lihat masa lalu," ujarnya panjang.
Giorgio juga memuji mantan istri Ruben Onsu tersebut sebagai perempuan baik hati, pekerja keras, dan sangat menyayangi anak-anaknya.
"Saya mengenal Mamio itu orangnya baik hati, apa adanya, benar-benar pekerja keras, sangat sayang sama anak-anaknya," tuturnya meyakinkan.
Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik keras karena dinilai terlalu berlebihan dan tidak sensitif terhadap anak-anak Sarwendah.
Sejumlah warganet mempertanyakan apakah Giorgio memikirkan dampak ucapannya terhadap Thalia dan Thania yang kini beranjak dewasa.
"Apa dia tidak berpikir saat bicara begitu? Pikirkan anak-anak kalau melihat video ini," komentar seorang pengguna media sosial.
![Sarwendah dan Giorgio Antonio merayakan Natal bersama di kediaman Sarwendah di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (25/12/2025). [Rena Pangesti/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/25/91110-sarwendah-dan-giorgio-antonio.jpg)
Komentar lain bahkan menyarankan Giorgio segera menikahi Sarwendah jika memang serius agar tidak menimbulkan fitnah berkepanjangan.
"Banyak bicara kamu, Gio. Nikahi saja Mamio itu biar tidak jadi fitnah," tulis warganet dengan nada menohok.
Tak sedikit pula yang menilai Giorgio terlalu oversharing dan seharusnya menghormati masa lalu Sarwendah bersama ayah anak-anaknya.