- Pertemuan emosional antara Denada dan putranya, Ressa Rizky Rossano, terjadi saat buka puasa di restoran Jakarta Selatan, 19 Maret 2026.
- Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari gugatan perdata Ressa atas dugaan penelantaran yang kini fokus pada pengakuan dan perbaikan hubungan.
- Setelah pertemuan, Ressa kini akan tinggal di rumah Denada dan rencana selanjutnya adalah mempertemukannya dengan adik tirinya, Aisha Aurum.
Suara.com - Setelah berbulan-bulan diselimuti drama dan konflik hukum, momen pertemuan antara penyanyi Denada dan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano akhirnya terwujud dalam suasana yang begitu emosional.
Risna Ories, manajer sekaligus orang terdekat Denada, membeberkan detik-detik pertemuan ibu dan anak tersebut yang diwarnai isak tangis dan pelukan erat.
Pertemuan bersejarah itu berlangsung saat momen buka puasa bersama di sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis, 19 Maret 2026.
Menurut Risna, pertemuan yang berlangsung selama hampir lima jam itu menjadi puncak dari penantian panjang kedua belah pihak, terutama setelah serangkaian klarifikasi Denada di hadapan publik terkait keputusannya menitipkan Ressa 24 tahun silam.
"Itu indah banget pertemuannya. Pas Denada datang dia buka pintu, itu dia langsung melihat Reza sudah nangis, Reza langsung berdiri nangis terus dia salaman langsung meluk sampai nangis yang sampai dia biar gitu nangisnya yang wouuuu," kata Risna Ories saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sebagai informasi, hubungan Denada dan Ressa menjadi sorotan setelah pemuda 24 tahun tersebut melayangkan gugatan perdata atas dugaan penelantaran anak.
Kasus ini memicu konflik, termasuk saling tuding antara kuasa hukum Ressa, Andika, yang merasa dibohongi karena kliennya terus menunggu pertemuan, dengan pihak Denada yang merasakan hal sebaliknya.
"Padahal yang menunggu sebenarnya kami gitu. Jadi begitu aku diinformasi sama Denada bahwa 'Mbak, Ressa barusan jawab jadi hari ini bisa ketemu'. Jadi pada saat pemberitaan itu naik kami belum tahu apa-apa kepastiannya," ujar Risna, meluruskan bahwa pihak Denadalah yang terus menanti kepastian dari Ressa.
Pertemuan yang juga didampingi oleh psikolog Intan Erlita sebagai penengah itu berhasil mencairkan semua ketegangan.
Salah satu momen paling mengharukan adalah perubahan panggilan dari "Mbak" menjadi "Ibu" oleh Ressa, dan Denada yang mulai memanggil putranya dengan sebutan sayang "Nang" (dari kata Lanang atau anak laki-laki dalam bahasa Jawa).
"Denada pun sudah bilang 'iya Ibu siap, Ibu kamu mau apa Nang?'. Ah dia sudah manggil Nang," cerita Risna.
"Ressa juga manggilnya sudah Ibu gitu. Karena Denada juga memposisikan dia, panggilan dia sudah Ibu," imbuhnya.
Momen hangat tersebut berlanjut dengan tawaran Denada kepada Ressa, yang selama ini tinggal di kos-kosan, untuk menempati rumahnya di Jakarta.
"Denada bilang 'Nang kamu tinggal di rumah aja, biar mau kamu mau apa mau gimana mau diskusi soal apa karier ke depan mau gimana jadi enak' gitu," tutur Risna.
Mengenai kelanjutan gugatan hukum, Risna menegaskan bahwa keinginan Ressa sejak awal hanyalah pengakuan, bukan hal lain.