- Film Bollywood berjudul Dhurandhar: The Revenge, yang disutradarai Aditya Dhar, telah dirilis pada tahun 2026.
- Film ini mengisahkan balas dendam mantan agen intelijen, Vikram (Ranveer Singh), terhadap sindikat kriminal internasional.
- Produksi film ini menunjukkan standar teknis setara Hollywood dengan fokus pada aksi realistis dan akting kuat para pemain.
Suara.com - 2026 tampaknya menjadi tahun emas bagi perfilman Bollywood untuk kembali mendominasi panggung global.
Salah satu rilisan yang paling dinanti, Dhurandhar: The Revenge, akhirnya menghantam layar lebar dengan kekuatan penuh.
Disutradarai oleh tangan dingin Aditya Dhar (yang sebelumnya sukses lewat Uri: The Surgical Strike), film ini bukan sekadar film aksi biasa; ini adalah sebuah epos tentang pengkhianatan, penebusan, dan amarah yang membara.
Dhurandhar: The Revenge mengisahkan tentang Vikram (Ranveer Singh), seorang mantan agen intelijen elit yang hidup dalam pengasingan setelah sebuah misi di perbatasan utara berakhir dengan bencana.
Vikram dikhianati oleh organisasinya sendiri, mengakibatkan hilangnya orang-orang yang ia cintai.
Namun, ketika sebuah sindikat kriminal internasional yang dipimpin oleh sosok misterius bernama Rudra (Sanjay Dutt) mulai mengancam stabilitas nasional, Vikram terpaksa keluar dari bayang-bayang.
Perjalanan balas dendam ini membawanya melintasi lanskap dingin Eropa Timur hingga gang-gang sempit di Mumbai.
Di tengah perjalanannya, ia bertemu dengan Zoya (Sara Arjun), seorang peretas muda berbakat yang memiliki keterkaitan masa lalu dengan tragedi yang dialami Vikram.
Bersama-sama, mereka harus menghadapi Kapten Arjun (Arjun Rampal), mantan rekan setim Vikram yang kini menjadi pemburu bayaran paling mematikan di dunia.
Penampilan Ranveer Singh dalam Dhurandhar disebut sebagai puncak karier aktingnya sejauh ini.
Ranveer menanggalkan persona energetiknya yang biasa dan tampil dengan intensitas yang tenang namun mematikan.
![Dhurandhar: The Revenge yang dibintangi Ranveer Singh menjadi salah satu film Bollywood yang tengah mencuri perhatian dan tengah tayang di sejumlah bioskop di Indonesia. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/27/60524-dhurandhar-the-revenge.jpg)
Transformasi fisiknya terlihat sangat meyakinkan, namun emosi yang ia pancarkan lewat tatapan matanya yang penuh luka itulah yang benar-benar mencuri perhatian.
Sanjay Dutt, sebagai antagonis utama, kembali membuktikan mengapa ia adalah raja peran villain.
Kehadirannya di layar memberikan aura ancaman yang nyata tanpa perlu banyak bicara.
Sementara itu, Arjun Rampal memberikan performa yang sangat karismatik sebagai lawan tanding Ranveer.
Chemistry antara Ranveer dan Arjun dalam adegan pertarungan tangan kosong di atas kereta cepat menuju Budapest disebut-sebut sebagai salah satu koreografi aksi terbaik dalam satu dekade terakhir.
Jangan lupakan Sara Arjun. Aktris muda yang kita kenal sejak kecil ini kini telah bertransformasi menjadi aktris dewasa yang mumpuni.
Perannya sebagai Zoya memberikan jiwa dan sisi kemanusiaan di tengah gempuran peluru dan ledakan.
Aditya Dhar membawa standar teknis Bollywood ke level yang setara dengan produksi Hollywood.
Penggunaan sinematografi low-light yang dramatis dan skoring musik yang menghujam jantung membuat penonton terus berada di ujung kursi.
Penggunaan efek praktis (properti asli) lebih dominan daripada CGI, memberikan kesan "mentah" dan realistis pada setiap adegan ledakan.
Dhurandhar: The Revenge adalah paket lengkap. Ia menawarkan aksi yang memacu adrenalin, namun tetap memiliki naskah yang kuat dengan plot twist yang sulit ditebak.
Film ini bukan hanya tentang bagaimana seseorang membalas dendam, tetapi tentang apa yang tersisa dari kemanusiaan kita setelah dendam itu terpenuhi.
Bagi para pecinta film aksi dengan kedalaman cerita, Dhurandhar adalah tontonan wajib di tahun 2026 dan masih diputar di sejumlah bioskop di Indonesia.
Bersiaplah untuk melihat Ranveer Singh dalam performa yang akan terus dibicarakan hingga musim penghargaan tiba.