Suara.com - Pemadam kebakaran alias damkar belakangan ini jadi viral karena kesigapan mereka dalam bekerja.
Bukan hanya memadamkan kebakaran, Damkar juga membantu warga mengevakuasi ular hingga menangani orang kesurupan.
Cerita-cerita tugas Damkar yang beragam dan unik agaknya menginspirasi warga Tuban untuk meminta tolong menyiram ladang jagung.
Akun Instagram @damkartuban membagikan tugas unik yang mereka terima dari warga pada Selasa, 31 Maret 2026.
"Bisa nyiram jagung pak. Niki dangu boten jawah (Ini sudah lama nggak hujan). Jagunge alum (jagungnya layu) pak," curhat warga tersebut.
Sayangnya tugas yang satu ini tidak dapat dijalankan Damkar karena merupakan wewenang institusi pemerintah yang lain.
"Kami pemadam kebakaran. Saya doakan segera hujan nggeh (ya)," balas petugas damkar.
"Kita bantu koordinasikan dengan pihak terkait. Semoga segera ada solusi," tambah akun @damkartuban sebagai caption,
Menanggapi permintaan menyiram ladang jagung tersebut, warganet menuliskan berbagai komentar kocak.
"Harusnya dibalas gini min 'Silakan dibakar dulu pak, nanti saya siram'," komentar akun @nonka***.
"Disemprot pemadam roboh semua nanti dibacok yang punya," sahut akun @cimory_strob***.
"Wkwk bener min, kecuali kalau ladang jagungnya kebakaran," kata akun @ezarizkifird***.
"Soalnya kalau diiyakan, semua orang minta," balas akun @zulfy_is***.
"Karena semua bisa ditangani damkar jadi minta seenaknya," timpal akun @jidoel.jir***.
Sebagai informasi, tugas Damkar memang bukan hanya memadamkan api, tetapi juga tindak pencegahan, penyelamatan, dan evakuasi.
Tindak pencegahan di antaranya melakukan sosialiasi, edukasi, pelatihan, dan inspeksi alat proteksi kebarakan kepada masyarakat.
Damkar juga bertugas menyelamatkan manusia atau hewan dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, serta kondisi darurat.
Oleh sebab itu, damkar siaga selama 24 jam untuk merepons laporan masyarakat yang berada dalam kondisi darurat.
Merujuk tugas-tugas damkar, menyiram ladang jagung yang kekeringan bukan kewajiban damkar.
Untuk masalah tersebut, Dinas Pertanian setempat biasanya telah menyiapkan strategi dan mitigasi untuk menghadapi kemarau panjang.
Di antara mitigasi kekeringan yang disiapkan Dinas Pertanian adalah pompanisasi irigasi, rehabilitasi jaringan air, dan penerapan teknologi hemat air seperti Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menghemat air hingga 20 persen.
Kontributor : Neressa Prahastiwi