- Film horor-komedi Warung Pocong karya Entelekey Media Indonesia dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 April 2026 mendatang.
- Kisah menyoroti tiga pemuda yang terjebak dalam teror maut di Desa Lali Jiwo demi mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi.
- Produksi film menggabungkan aktor horor berpengalaman dengan komika berbakat untuk menciptakan keseimbangan antara ketegangan dan elemen komedi situasi.
Suara.com - Film horor-komedi terbaru berjudul Warung Pocong bersiap menyapa penonton bioskop pada 9 April 2026 mendatang.
Melalui konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 1 April 2026, para cast dan tim produksi membagikan berbagai cerita di balik layar mengenai film yang menggabungkan unsur ketegangan dan banyolan ini.
Film karya Entelekey Media Indonesia (EMI) dan Tiger Pictures ini menyoroti nasib tiga pemuda Jakarta, yakni Kartono (Fajar Nugra), Agus (Sadana Agung), dan Makmur (Randhika Djamil).
Mereka terjebak utang hingga investasi bodong, lalu tergiur tawaran kerja menjaga warung berujung maut di Desa Lali Jiwo dengan gaji Rp50 juta per bulan.
Ramuan "Avengers" Horor dan Komedi
![Konferensi pers film Warung Pocong yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 1 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/02/71250-konferensi-pers-film-warung-pocong.jpg)
Produser Eko Supriyanto menyatakan optimismenya terhadap film ini di tengah padatnya jadwal rilis film nasional.
Dia menyebut Warung Pocong sebagai proyek "Avengers" karena kekuatan komposisi pemainnya yang menggabungkan aktor horor serius dengan komika berbakat.
"Kita anggap ini sebagai film Avengers. Jadi pemain horornya kuat, pemain komedi juga kuat. Mudah-mudahan dengan ramuan ini, film Warung Pocong bisa diterima masyarakat dan mendapatkan penonton yang banyak pada 9 April nanti," kata Eko Supriyanto di hadapan media.
Senada dengan produser, sutradara Bendolt menekankan pentingnya menjaga batasan antara elemen seram dan lucu.
Dia menempatkan Shareefa Daanish, Arla Ailani, Teuku Rifnu Wikana, Kiki Narendra, dan Whani Darmawan sebagai pilar horor yang solid, sementara trio komika bertugas memberikan penyegaran.
"Pas merangkai cast, saya diskusi sama Mas Eko. Kita butuh tiga karakter kuat untuk jadi 'garam' atau bumbunya. Tapi saya jaga banget, pemain horor jangan sampai melebihi porsi komedi, biar komedi di batasan komika saja," beber Bendolt.
Kedekatan Personal dengan Isu Ekonomi
Menariknya, para pemain utama merasa karakter yang mereka perankan sangat dekat dengan pengalaman pribadi, terutama soal himpitan ekonomi.
Fajar Nugra menceritakan bagaimana karakternya sebagai Kartono mencerminkan bebannya sebagai tulang punggung keluarga di dunia nyata.
"Kartono itu sandwich generation, begitu juga saya. Bedanya, saya tidak diwariskan utang oleh orang tua. Saya pernah mengalami pas COVID-19 benar-benar cuma punya uang Rp8 ribu di kantong. Itu kalau dibelikan bakso malang, saya yang malang jatuhnya. Itulah kedekatan Kartono dan Fajar Nugra," ungkap aktor sekaligus komika 30 tahun tersebut.
Pengalaman pahit juga dirasakan Randhika Djamil. Pemeran Makmur ini mengaku pernah menjadi korban penipuan di kehidupan aslinya hingga harus melarikan diri ke luar kota.
"Saya pernah ketipu jualan, sampai dikejar-kejar dan lari ke jalan Aceh. Jadi gampang untuk masuk ke karakter Makmur karena pernah mengalami kejadian yang mirip," kata Randhika.
Totalitas Sadana Agung dan "Bootcamp" Komedi Arla Ailani
![Konferensi pers film Warung Pocong yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 1 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/02/51176-konferensi-pers-film-warung-pocong.jpg)
Di sisi lain, Sadana Agung menunjukkan totalitasnya dengan melakukan transformasi fisik demi peran Agus. Dia sengaja menurunkan berat badan agar terlihat lebih menderita secara visual.
"Saya menguruskan badan biar kelihatan miskin. Selain itu, ini pertama kalinya saya ngerasain dibentak Mas Rifnu Wikana. Getar rasanya, sampai habis take saya minta maaf karena saya kira marahnya beneran," tuturnya.
Kehadiran para komika ini ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi pemain horor lainnya. Arla Ailani, pemeran Arundari, mengaku kesulitan menahan tawa saat harus berhadapan langsung dengan ekspresi wajah Sadana Agung.
"Walaupun porsi kami horor, tapi mau nggak mau kami satu scene. Mereka sangat bermain dengan mimik muka. Ini buat saya jadi bootcamp komedi sih, saya harus belajar menahan tawa. Mungkin kalau nanti dapat job komedi ke depannya, saya sudah lebih kuat," jelas Arla.
Komedi Ekspresi dan Kejadian Unik di Set
Konsultan Komedi, David Nurbianto, menjelaskan bahwa arahan Bendolt untuk film ini cukup unik. Alih-alih mengandalkan kata-kata atau verbal, humor dalam Warung Pocong lebih banyak digali melalui situasi dan ekspresi wajah para pemain.
"Mas Bendol punya rasa komedi yang tidak mau terlalu banyak main verbal, tapi main di situasi dan ekspresi. Kekuatan Fajar, Sadana, dan Randhika itu mukanya sangat berbicara meski tanpa mengeluarkan diksi. Tantangannya semua harus by script dan di-lock sejak proses workshop," papar David.
Kekuatan mimik dan kedekatan antar pemain ini memicu kejadian unik saat syuting. Salah satunya ketika adegan ranjang di mana mereka bertiga harus tidur bersama.
Sadana membocorkan bahwa suara detak jantung Fajar Nugra sempat mengganggu proses perekaman audio karena terlalu keras saat harus berdekatan dengan Randhika Djamil.
"'Maaf Mas, kita geser dulu mic-nya karena Mas Fajar ketika memeluk Kang Dika deg-degan banget, suaranya kedengaran di mic'," kenang Sadana meniru tim audio di lokasi syuting sambil tertawa.
Fajar pun berkelakar, "Saya juga enggak tahu kenapa sedeg-degan itu dekat Kang Dika, rasanya maskulin saja, kayak nemu masa depan yang cerah".
Strategi "Warung Universe" dan Ekspansi EMI
Patricia Gunadi selaku Direktur EMI menjelaskan bahwa Warung Pocong adalah bentuk komitmen perusahaan untuk terus bergerak di industri film Indonesia.
EMI tidak hanya mengandalkan pemasaran digital, tetapi juga melakukan pendekatan komunitas melalui roadshow dan aksi sosial seperti berbagi sembako.
Patricia juga memberikan sinyal bahwa judul ini bisa berkembang menjadi sebuah franchise.
"Kita selalu melihat proyek sebagai IP yang luas. Jadi, siap ya untuk 'warung-warung' berikutnya," kata Patricia.
Selain itu, EMI juga membocorkan film terbaru mereka berjudul Bapakmu Kiper yang teasernya sempat diperlihatkan kepada media.
Film Warung Pocong sendiri bercerita tentang keputusasaan yang membawa maut. Ketiga tokoh utama yang awalnya berniat memperbaiki nasib justru terjebak dalam praktik pesugihan Nyimas Sari (Shareefa Daanish) dan suaminya.
Bagi penonton yang mencari tontonan ringan namun tetap memberikan sensasi tegang, film ini siap meneror bioskop mulai Kamis, 9 April 2026.