- Aktor Bryan Domani berperan sebagai tentara bernama Omar dalam proyek film terbaru berjudul Zona Merah di Rimbalaya.
- Bryan melakukan transformasi fisik dan memangkas rambutnya agar terlihat lebih tangguh sesuai tuntutan karakter sebagai pembunuh bayaran.
- Bryan menjalani latihan fisik berat serta pendalaman karakter mental untuk melakoni adegan aksi dalam situasi wabah zombie.
Suara.com - Bryan Domani membawa kejutan dalam proyek film terbaru, Zona Merah. Film ini merupakan pengembangan dari serial populer yang berkutat pada wabah mayat hidup di kota fiktif Rimbalaya.
Bryan Domani memerankan karakter baru bernama Omar. Ia memiliki latar belakang sebagai tentara yang kemudian menjadi pembunuh bayaran.
Demi menghidupkan peran tersebut, Bryan harus mengubah bentuk fisiknya agar terlihat lebih tangguh dan meyakinkan.
"Kalau secara fisik ada, ditebelin lagi badannya karena ada background dia tentara itu," ujar Bryan Domani ditemui di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 1 April 2026.
Tantangan bagi Bryan Domani bukan hanya soal penampilan, melainkan tuntutan melakoni adegan fisik.
![Bryan Domani saat konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 1 April 2026. [Suara.com/Rena Pangesti]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/01/76878-bryan-domani.jpg)
"Tantangan adegan fight lumayan sulit, karena 80 persen ini hampir action semua," jelas kakak Megan Domani tersebut.
Selain menguras tenaga, Bryan Domani juga harus melakukan pendalaman mental. Ia dituntut memiliki pola pikir seorang pembantai yang tidak lagi ragu saat harus menghabisi nyawa lawan.
"Mindset yang di mana membunuh tuh bukan hal yang menjadi sulit lagi, sudah menjadi otomatis," ungkap bintang film Miracle in Cell No. 7 ini.
Bryan Domani menjelaskan, karakter Omar tidak memiliki ruang untuk belas kasihan di tengah situasi kiamat zombie.
Ia harus mampu mengeksekusi ancaman dengan sangat cepat dan dingin.
"Lihat ancaman, tembak saja langsung, nggak usah pakai hati," tutur Bryan menjelaskan karakter barunya tersebut.
Bagi Bryan Domani, perubahan mental ini jauh lebih krusial dibandingkan sekadar mengubah mimik wajah atau gestur tubuh.
"Look ini lumayan grungy, lumayan berdarah-darah dan kayak lebih bebas untuk berekspresi," imbuhnya lagi.
Tak hanya itu, Bryan Domani juga merelakan rambutnya dipangkas sangat tipis demi menyesuaikan peran sebagai tentara.
"Rambut tertipis aku pernah lakuin sebelumnya, terpendek ini sih. Sampingnya tipis banget," tutur Bryan Domani.