- Lucinta Luna menyatakan keinginan dimandikan dan disalatkan secara laki-laki saat menghadiri podcast Ivan Gunawan, Sabtu, 4 April 2026.
- Ia menegaskan batu nisannya kelak akan mencantumkan nama lahirnya, yakni Muhammad Fatah bin Muntaha, bukan identitas perempuannya.
- Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk keseriusan Lucinta untuk bertobat dan kembali ke kodratnya demi mencari ketenangan batin.
Suara.com - Lucinta Luna perlahan menunjukkan keseriusannya kembali ke kodrat sebagai laki-laki. Di tengah proses transformasinya, sang selebgram rupanya sudah memikirkan persiapan jika kelak dia meninggal dunia, termasuk urusan pengurusan jenazah dan nama di batu nisan.
Hal ini disampaikan Lucinta saat hadir di podcast Butik Haji Igun yang tayang di YouTube pada Sabtu, 4 April 2026.
Kepada Ivan Gunawan, dia secara blak-blakan meminta agar prosesi pemandian dan penyalatan jenazahnya kelak dilakukan sepenuhnya secara laki-laki.
"Sebagai laki-laki," jawab Lucinta lugas saat ditanya Ivan Gunawan soal pihak yang dia inginkan untuk memandikan jenazahnya.
Meskipun secara hukum negara identitasnya di KTP dan paspor sudah disahkan sebagai perempuan, Lucinta tak lagi memedulikan hal tersebut untuk urusan akhirat.
"Kalau KTP mah kan cuman status. Ya berarti kan kalau kembali kan sebagai wujud kodrat lakinya kan gitu," tegasnya.
Lebih lanjut, Lucinta juga telah mewanti-wanti mengenai nama yang akan diukir di batu nisannya. Dia menolak menggunakan nama panggung Lucinta Luna maupun identitas perempuan sahnya, Ayluna Putri.
"Kembali ke kodrat, Muhammad Fatah. Meskipun udah ganti identitas Ayluna Putri tapi tetap, kalau misalnya meninggal, ya, nisan (ditulis) Muhammad Fatah. Aku udah ngomong ke orang, (Muhammad Fatah) bin Muntaha," ungkap Lucinta.
Keputusan ini sejalan dengan niat utamanya untuk bertobat dan mencari ketenangan batin.
Belakangan, dia memang mantap kembali berpenampilan sebagai laki-laki karena mengaku lelah dan tertekan dengan kehidupannya yang penuh hujatan warganet saat menjadi perempuan.
Kini, sembari menjalani hidup sesuai identitas aslinya, Lucinta memilih pasrah dan fokus memperbaiki diri sebagai bekal menghadapi kematian.
"Untuk saat ini sih, kita kan enggak ada yang tahu ya, jodoh, maut, itu semua dari Allah. Yang penting kita tetap berbuat baik aja dulu sama siapapun," pungkasnya.