- Happy Tos meluncurkan kampanye sosial One Bite One Dream sejak November 2025 bersama aktor Ji Chang Wook.
- Program ini membangun dua fasilitas PAUD ramah lingkungan di Kupang serta memberikan beasiswa bagi 42 siswa.
- Masyarakat berpartisipasi melalui pembelian produk edisi khusus untuk mendukung akses pendidikan bagi generasi muda di Indonesia.
Suara.com - Brand camilan tortilla chips Happy Tos menjalankan kampanye sosial bertajuk One Bite One Dream sejak November 2025.
Program ini menggandeng aktor Korea Selatan, Ji Chang Wook, dan berfokus pada dukungan pendidikan bagi anak-anak di Indonesia.
Melalui kampanye tersebut, perusahaan menargetkan pembangunan dua fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yakni PAUD Cahaya Timur dan PAUD Karmel.
Kedua sekolah ini akan dilengkapi ruang kelas serta fasilitas penunjang seperti meja, kursi, papan tulis, area bermain, hingga sarana cuci tangan.
Selain itu, program ini juga mencakup pemberian beasiswa kepada 42 siswa di Jakarta dan Jawa Timur. Inisiatif ini melibatkan partisipasi masyarakat melalui pembelian produk edisi khusus Happy Tos varian Original dan Hot Chili.
Direktur PT Sinar Kencana Agung, Agus Tjokrobintoro, mengatakan program ini tidak sekadar menghadirkan produk, tetapi juga membawa misi sosial.
“Program One Bite One Dream merupakan wujud komitmen Happy Tos untuk tidak hanya menghadirkan produk camilan yang disukai masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap masa depan generasi muda,” kata Agus Tjokrobintoro dalam pernyataannya yang diterima awak media pada Senin, 6 April 2026.
Dia menambahkan, kolaborasi dengan Ji Chang Wook dan dukungan masyarakat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
“Bersama aktor Korea Ji Chang Wook, serta didukung oleh masyarakat Indonesia yang telah ikut berpartisipasi dalam program ini, kami ingin membantu membuka akses pendidikan melalui pembangunan PAUD yang lebih baik di Indonesia Timur, sekaligus mendukung siswa untuk dapat lebih berprestasi melalui program beasiswa di Jakarta dan Jawa Timur,” lanjutnya.
Dari sisi konsep pembangunan, fasilitas PAUD ini dirancang ramah lingkungan dengan metode block system yang memungkinkan sirkulasi udara lebih baik.
Material bangunan juga memanfaatkan sekitar 2,2 ton limbah plastik daur ulang sebagai bagian dari struktur.
Ji Chang Wook menyebut keterlibatannya dalam program ini sebagai bentuk membalas cinta dan dukungan yang selama ini dia terima dari penggemar di Indonesia.
Dia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan.
“Indonesia telah memberikan banyak kenangan indah bagi saya. Oleh karena itu, saya ingin membalas sedikit demi sedikit cinta dan dukungan yang telah saya terima di Indonesia,” tutur Ji Chang Wook.
“Saya percaya bahwa perubahan besar dimulai dari pendidikan. Melalui proyek charity ini, saya ingin memastikan anak-anak di berbagai pelosok Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk bermimpi dan mewujudkannya,” lanjutnya.