- Pesulap Pak Tarno viral saat berjualan mainan menggunakan kursi roda di kawasan Warakas, Jakarta Utara, April 2026.
- Aktivitas tersebut dilakukan bukan demi uang, melainkan untuk menghibur diri dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
- Meski menderita stroke, Pak Tarno tetap bersemangat menampilkan atraksi sulap untuk menghibur orang-orang yang ditemuinya saat berjualan.
Suara.com - Pak Tarno, sosok yang pernah dinobatkan Master oleh Deddy Corbuzier, kembali menjadi sorotan karena kondisinya.
Video saat Pak Tarno berjualan mainan di pinggir jalan dengan kursi roda viral di media sosial.
Sejumlah warganet pun iba, kasihan melihat Pak Tarno di usia senja, masih harus berjualan demi sesuap nasi.
Terlebih dengan gelar Master Tarno yang disandang, makin membuat orang-orang miris. Namun ternyata, hal tersebut tak sepenuhnya benar.
Pak Tarno memang turun ke jalan untuk berjualan, tapi tujuannya semata bukan cuma karena uang, melainkan menghibur diri dan orang-orang yang ditemui.
![Pak Tarno ditemui di kediamannya di kawasan Warakas Jakarta Utara, Rabu (8/4/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/08/86220-pak-tarno.jpg)
"Senang," kata Pak Tarno singkat kepada Suara.com saat menyambangi kontrakannya di kawasan Warakas, Jakarta Utara pada Rabu, 8 April 2026.
Suara Pak Tarno memang terdengar kecil, lantaran usianya yang sudah lebih dari 70 tahun. Belum lagi, penyakit stroke yang membuatnya lemas.
Meski begitu, Pak Tarno tetap memberikan jawaban. Ia dibantu sang istri, Lisa yang menjelaskan perihal perasaan suaminya tersebut.
"Jadi kalau keluar happy, ketemu sama anak-anak. Kalau di rumah aja, malah bete," ujar Lisa.
Karena itu, Lisa juga ikut menemani Pak Tarno keliling jualan. Dia lah yang mendorong kursi roda sang suami.
"Ada celengan, bola-bola, pancingan, mobil-mobilan, macam-macamlah. Jepitan, masak-masakan," imbuh Lisa memaparkan beragam barang yang dijual.
![Pak Tarno ditemui di kediamannya di kawasan Warakas Jakarta Utara, Rabu (8/4/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/08/52138-pak-tarno.jpg)
Lisa menerangkan, aktivitas jualan yang dilakukan Pak Tarno memang terus dilakukan.
Hal ini memberikan kebahagiaan buat lelaki bernama lengkap Sutarno ini. "Senang keliling, kalau di jalan itu ramai," ucap Lisa.
Soal aktivitas, Pak Tarno dan Lisa memulainya di pukul 08.00 WIB. Mereka berkeliling ke pasar juga sekolah-sekolah.
"Nanti kalau zuhur, pulang, istirahat," tutur Lisa.
Karena mereka tidak ngotot bekerja, maka penghasilan pun pas-pasan saja.
Meski begitu, Lisa bersyukur selalu ada orang-orang baik yang membantu.
"Sehari itu Rp30 ribu, tapi suka ada yang kasih kayak teman-teman saya. Misalnya harga mainan Rp5 ribu, tapi dibayar Rp50 ribu," tutur perempuan berhijab ini.
Pemasukannya pun cukup untuk membayar kontrakan tiga petak seharga Rp1,4 juta per bulan ini. "Alhamdulillah, (rezeki) ada aja," katanya.
Selain berjualan mainan, pak Tarno juga memiliki aktivitas lain. Ia masih sanggup menunjukkan atraksi sulap hingga meladeni orang-orang berfoto.
"Kalau Sabtu dan Minggu, suka ke Kota Tua," ujar Pak Tarno.
Di sana, Pak Tarno tidak berjualan. Tetapi untuk foto-foto bersama mereka yang masih mengenalinya.
"Dia happy ketemu banyak orang," imbuh Lisa.
Bahkan kepada tim Suara.com, Pak Tarno bersedia menunjukkan atraksi sulap.
Sang istri, mengambil sebuah kotak di rumah kontrakan. Pak Tarno yang awalnya duduk, langsung semangat berdiri sambil memegang alat bantu berjalan.
"Saya punya kotak, kotaknya kosong ya. Dibalik, kosong ya," kata Pak Tarno.
Pak Tarno pun mengeluarkan jargon khasnya, "tolong dibantu ya.. bim salabim jadi apa.. Prok prok prok. Aem, aem, awa, awa, awa awa.. Ada apa ya?"
Dari kotak tersebut, keluar dua burung yang langsung terbang.
Atraksi tersebut tidak hanya ditunjukkan kepada tim Suara.com. Istri Pak Tarno mengatakan, suaminya juga sering memperlihatkan sulap tersebut.
Bahkan hingga kini, peralatan sulap tersebut masih disimpan. Sehingga ia tidak perlu lagi membeli barang-barang baru.
"Ada banyak. Otaknya masih jalan (buat sulap), tapi badannya lemas, ngomongnya pelo (tidak jelas)," kata Pak Tarno.
Karena itu, Pak Tarno mengatakan dirinya masih bisa dipanggil untuk menunjukkan kemampuan sulap.
"Kalau ada acara, acara, bisa," tuturnya.
Bahkan sebagai bukti, Pak Tarno berusaha bicara dengan lantang memperkenalkan dirinya sebagai Master Sulap.
"Mari kita ber sama-sama menyaksikan atraksi sulap dari Master Tarno. Best of the best, sulap tradisional, magical!" imbuhnya.
"Tepuk tangannya mana ya?" ucap Pak Tarno sembari tersenyum.
Setelah menunjukkan sulap, Pak Tarno kembali duduk. Ini menjadi bukti semangat sang pesulap masih ada untuk menghibur masyarakat.