- Boiyen memutuskan cerai karena menyadari sifat buruk dan masalah komunikasi mantan suaminya tidak bisa diperbaiki setelah menikah.
- Pernikahan singkat selama dua bulan ini berakhir dipicu oleh keterlibatan mantan suami dalam kasus penipuan dan penggelapan.
- Kini Boiyen merasa lebih tenang dan memilih untuk fokus pada diri sendiri serta membahagiakan orangtua.
Suara.com - Bercerai dengan Rully Anggy Akbar di usia pernikahan dua bulan tak pernah ada dalam benak komedian Boiyen. Tapi ternyata sebelum menikah, ia sudah tahu kalau Rully sosok bermasalah.
"Sebelumnya udah mikir 'oh bisa berubah nih', sebelumnya ada juga udah ada masalahnya. Tapi pas abis nikah ada lagi, 'oh ya ternyata emang nggak bisa berubah'," kata Boiyen dalam siniar yang dipandu Ivan Gunawan dikutip Selasa, 14 April 2026.
Komunikasi adalah satu-satunya persoalan dalam rumah tangga Boiyen dan Rully. Menurut dia, Rully tak pernah perlihatkan ingin mengubah sifat jeleknya setelah menikah.
Boiyen juga mengaku tak bisa memaksa Rully untuk lebih terbuka, meski tujuannya baik di pernikahan mereka. Hanya saja kata dia, tabiat memang sulit diubah.
"Sifat manusia itu kan ada yang tabiat ya. Susah diubah," ujarnya.

"Yang bisa mengubah kan diri dia sendiri, kita gak bisa maksa orang buat berubah kan," kata Boiyen melanjutkan.
Nasi sudah jadi bubur. Boiyen tak pernah menyesal atas keputusannya untuk berpisah dari Rully.
Terpenting bagi Boiyen, hidupnya kini sudah tenang. "Jadi nggak tegang lagi. Comeback ke Boiyen yang dulu," katanya.
Fokus pada diri dan keluarga jadi hal utama bagi Boiyen saat ini. Karena itu, ia belum terpikir untuk menikah lagi.
"Saya mau seneng-senening diri dulu sama emak," kata Boiyen.
Diberitakan sebelumnya, Boiyen menggugat cerai Rully di Pengadilan Agama Tiga Raksa. Perceraiannya cukup bikin heboh karena usia pernikahannya baru berjalan dua bulan.
Gugatan Boiyen ini tak lepas dari kasus penipuan dan penggelapan ratusan juta yang menjerat Rully.