"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu

Fabiola Febrinastri, Tantri Amela Iskandar

Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:53 WIB
"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu
Press Screening dan Press Conference "Paket Santet" karya sutradara Dinna Jasanti. (Suara.com/Tantri Amela Iskandar)

Suara.com - Film Horor terbaru berjudul Paket Santet yang diproduksi BASE Entertainment garapan sutradara Dinna Jasanti memadukan santet, misteri, gore, dan teror yang dekat dengan keseharian, Paket Santet membawa penonton mengikuti kisah dendam dari masa lalu yang kembali menghantui hingga mengancam nyawa.

Ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo, Paket Santet diproduseri Shanty Harmayn bersama Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson. Film ini mengisahkan tujuh Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri), yang menjadi sasaran santet melalui paket yang sengaja dikirim kepada mereka.

Ketika teror mulai merenggut nyawa, satu per satu dari mereka menyadari bahwa apa yang terjadi bukanlah kebetulan. Konsep tersebut berangkat dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini, yakni kebiasaan menerima paket dari belanja online. Namun, dalam film ini, paket yang seharusnya dinantikan justru menjadi awal dari sebuah teror.

Shanty Harmayn mengatakan film tersebut berangkat dari tindakan sederhana yang kemudian dikembangkan menjadi pertanyaan mengenai konsekuensi dari perbuatan seseorang terhadap orang lain.

"Paket Santet berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi?" ujar Shanty.

Menurut Shanty, BASE Entertainment ingin membuat film horor yang bukan hanya memberikan ketakutan, tetapi juga memiliki sudut pandang yang membuat penonton berpikir mengenai dampak perilaku terhadap orang lain.

Sutradara Dinna Jasanti mengatakan dirinya tertarik mengangkat cerita yang grounded dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, horor tidak selalu harus berbicara mengenai hantu, tetapi juga dapat berasal dari ketakutan kehilangan, keluarga, persahabatan, hingga luka yang belum terselesaikan.

"Ketakutan kehilangan, itu juga ketakutan. Ketakutan untuk hantu, itu juga ketakutan. Tapi itu kan semua muncul dari pertumbuhan kita di keluarga, persahabatan kita, temenan, dan lain-lain," ujar Dinna.

Sebagai film horor pertamanya, Dinna mengaku mendapatkan tantangan dalam mengeksplorasi bentuk-bentuk teror. Ia kemudian memadukan pendekatan drama yang kuat dengan elemen horor, khususnya melalui hubungan antar karakter.

baca juga

"Jadi gimana caranya drama yang kental, yang tebal, persahabatan yang kuat, tapi kita paduin dengan horor," katanya.

Tema luka dan pertemanan juga menjadi perhatian Fatih Unru yang memerankan Deva. Ia menilai konflik dalam Paket Santet dekat dengan kehidupan nyata karena berangkat dari tindakan-tindakan kecil yang terkadang dianggap sepele.

"Paket Santet membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain," ujar Fatih.

Ia juga melihat karakter Deva sebagai pengingat bahwa perundungan tidak selalu hadir dalam bentuk besar dan terlihat. Tindakan kecil yang dianggap sebagai candaan dapat meninggalkan luka dalam bagi orang lain.

Pesan serupa disampaikan Azela Putri sebagai Kiki. Ia mengingatkan penonton untuk menjaga perkataan dan perilaku karena seseorang tidak pernah tahu dampak yang ditimbulkan terhadap orang lain.

Lewat perpaduan teror santet, misteri, gore, dan konflik persahabatan, Paket Santet mengajak penonton melihat bahwa sesuatu yang dianggap telah berlalu belum tentu benar-benar selesai.

Luka yang dianggap kecil oleh seseorang bisa menjadi dendam yang terus diingat oleh orang lain. Paket Santet akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata

Review Kingdom of the Planet of the Apes: Kebangkitan Era Baru Kaum Primata

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Film Biopik The Beatles Rilis 2028, Resmi Syuting Perdana di Abbey Road

Film Biopik The Beatles Rilis 2028, Resmi Syuting Perdana di Abbey Road

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Drama Strangers From Hell, Misteri Kos-Kosan Murah yang Mengikis Mental

Drama Strangers From Hell, Misteri Kos-Kosan Murah yang Mengikis Mental

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:20 WIB

The End of Oak Street: Saat Teror Dinosaurus Menginvasi Perumahan Suburban

The End of Oak Street: Saat Teror Dinosaurus Menginvasi Perumahan Suburban

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Review Film Challengers: Saat Tenis Menjadi Arena Intrik dan Hasrat Jiwa!

Review Film Challengers: Saat Tenis Menjadi Arena Intrik dan Hasrat Jiwa!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Ulasan Film Marrowbone: Sebuah Otopsi Psikologis Tentang Kehilangan dan Duka

Ulasan Film Marrowbone: Sebuah Otopsi Psikologis Tentang Kehilangan dan Duka

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

×