- Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Namora Siahaan, memberikan keterangan aksi mahasiswa di Bundaran HI pada Selasa, 18 Agustus 2026.
- Kemampuan komunikasi Namora saat berbicara di depan kamera menuai pujian warganet di media sosial Threads dan X.
- BEM UI memilih Bundaran HI karena demonstrasi sebelumnya di DPR dan Istana tidak mendapat respons perubahan kebijakan pemerintah.
Suara.com - Kepala Departemen Kajian Strategis BEM Universitas Indonesia (UI), Namora Siahaan atau Mora menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangan terkait aksi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Bukan hanya isi pernyataannya yang diperbincangkan, kemampuan Mora menyampaikan narasi di depan kamera juga menuai pujian netizen.
Potongan video saat Mora menyampaikan keterangan mengenai aksi mahasiswa beredar di media sosial.
Sejumlah pengguna Threads dan X menilai mahasiswa UI tersebut memiliki kemampuan komunikasi dan reportase yang cukup menonjol.
“Salfok ke mahasiswa UI ini. Dikasih mic, performanya seperti reporter profesional. Kalimatnya rapi, nyaris tanpa filler,” tulis salah satu pengguna.
Salah seorang pengguna menyebut performa mahasiswa tersebut bahkan mampu mengungguli sosok pejabat yang selama ini menjadi perhatian publik.
“Seorang presiden aja kalah,” tulis seorang netizen.
Pemilik unggahan kemudian membalas komentar tersebut dengan menyatakan persetujuannya. “Setuju. Jauhh..” tulisnya.
Komentar lain juga muncul dengan nada bercanda ketika seorang pengguna menyinggung Wakil Presiden.
“Gak diundang Mas Wapres, yang beginian mah...” tulis netizen.
Mora dalam keterangannya menjelaskan alasan BEM UI memilih Bundaran HI sebagai lokasi aksi.
Menurut dia, sejumlah demonstrasi sebelumnya yang digelar di depan Gedung DPR maupun Istana Negara dinilai tidak menghasilkan respons atau perubahan kebijakan dari pemerintah.
Mora menilai aksi demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.
Ia menyebut demonstrasi tidak memerlukan izin, melainkan pemberitahuan kepada pihak berwenang.
BEM UI mengaku telah menyampaikan pemberitahuan mengenai rencana aksi sejak dua hari sebelum pelaksanaan.
Mora juga mempertanyakan penyekatan terhadap mahasiswa yang hendak menuju lokasi demonstrasi.
Menurutnya, aspirasi masyarakat sipil selama ini telah berulang kali disampaikan di sejumlah titik pemerintahan.
Namun, ia menilai aspirasi tersebut belum mendapat respons yang dianggap memadai.