- Tiga WNA diduga warga Israel diusir dari tempat gym di Ubud Bali, memicu sorotan publik.
- Media Israel melaporkan bahwa kunjungan warga Israel ke Indonesia memerlukan izin khusus dan persetujuan lintas lembaga.
- Wisatawan Israel disarankan mengunjungi Bali, Toraja, serta Jawa Tengah, dan wajib menggunakan tur kelompok terorganisasi.
Irit Lahav, direktur departemen geografis di Ayala Group, sekaligus pemandu wisata yang sering memandu perjalanan ke Indonesia di laporan itu menerangkan bahwa kelompok turis Israel harus tetap bersama-sama dalam satu program wisata yang sudah mereka rancang.
"Anda tidak bisa masuk sebagai rombongan lalu masing-masing orang melanjutkan perjalanan sendiri; aturannya mengharuskan wisatawan untuk tetap bersama dalam satu rombongan selama perjalanan berlangsung," ungkapnya.
"Selain itu, terdapat pula pihak swasta yang menawarkan visa atau izin masuk, terutama untuk kegiatan selancar di Bali, dan biasanya dengan biaya tinggi," sambungnya.
Ditegaskan oleh media Israel itu wisatawan asal Israel yang ingin benar-benar menikmati Indonesia disarankan untuk tidak melakukannya sendiri, melainkan melalui pemandu profesional.
Masih di laporan yang sama, turis Israel juga disarankan untuk tidak mengunjungi daerah seperti Aceh dan wilayah yang kuat nuasa keislaman.
"Untuk tempat-tempat yang lebih kental nuansa keislamannya atau lebih sensitif, seperti ibu kota Jakarta, sebaiknya tidak dikunjungi,"
Media Israel itu juga menuliskan sejumlah tempat yang disarankan untuk dikunjungi warga Israel, antara lain, Bali, Toraja, Jawa Tengah, khususnya daerah Borobudur dan Gunung Bromo serta Pulau Komodo dan Flores.
"Salah satu tempat yang menarik adalah Sulawesi, dan khususnya wilayah Toraja. Ini adalah daerah pegunungan yang hijau, dengan rumah-rumah tradisional yang tampak seperti perahu terbalik, dan dengan budaya pemakaman yang tidak biasa," ulas media Israel itu.