- Seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi membuat video parodi makanan Makan Bergizi Gratis yang viral dan menuai kritik publik.
- Konten tersebut dinilai tidak sensitif karena menyoroti batas waktu konsumsi di tengah isu keamanan pangan program tersebut.
- Anggota DPD Ni Luh Djelantik mengecam tindakan itu dan menyarankan agar karyawan tersebut segera dipecat dari posisinya.
Suara.com - Video seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membuat parodi soal makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Alih-alih mengundang tawa, video tersebut justru menuai kritik karena dianggap tidak pantas, terlebih dibuat oleh orang yang bekerja di lingkungan penyelenggara program MBG.
Dalam video yang awalnya diunggah melalui Instagram Story, perempuan tersebut terlihat hendak menyantap makanan MBG. Ia kemudian memperhatikan batas waktu konsumsi yang tercantum pada kemasan.
“Aku baru makan MBG. Batas makannya...” ujarnya sambil melihat kemasan makanan.
Dari balik kamera kemudian terdengar jawaban, “Jam 12.”
Perempuan tersebut lantas berpura-pura terkejut dan kehilangan ingatan. Ia bahkan melakukan percakapan seolah-olah tidak mengenali orang yang berada di dekatnya.
“Aku siapa? Kamu siapa?” katanya.
Setelah itu, ia tertawa dan melanjutkan parodi tersebut dengan mengatakan, “Aah, hilang ingatan, guys!”
Percakapan kemudian kembali membahas makanan MBG yang telah disantap. Ia mengatakan baru menyadari batas waktu konsumsi setelah makanan tersebut habis.
Potongan video itu kemudian beredar luas di sejumlah platform media sosial.
Konten tersebut mendapat respons negatif karena dinilai tidak sensitif terhadap persoalan keamanan makanan MBG dan kasus keracunan yang sebelumnya menjadi perhatian publik.
Kritik semakin ramai setelah identitas perempuan tersebut diketahui sebagai karyawan SPPG. Sejumlah warganet meminta dirinya memberikan klarifikasi hingga meminta maaf atas konten yang dianggap dapat merugikan citra program MBG.
Namun, perempuan tersebut justru mempertanyakan alasan dirinya harus meminta maaf. Ia mengaku tidak merasa melakukan kesalahan melalui video yang dibuatnya.
“Aku merasa tidak punya salah ke siapa pun, kenapa aku disuruh minta maaf?” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa video tersebut menurutnya bukan ditujukan untuk mengejek program MBG. Sebaliknya, ia mengklaim ingin membantah anggapan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi setelah batas waktu pada kemasan otomatis menimbulkan masalah.