- Sineas asal Aceh, Juan Azmi, sukses memborong enam penghargaan internasional lewat film independen The Kick of 3 Dragons.
- Juan berperan sebagai pemeran utama, penulis skenario, sekaligus pengarah laga berkat latar belakang sabuk hitam Shorinji Kempo miliknya.
- Penghargaan tersebut diraih dari berbagai festival film di Kroasia, Amerika Serikat, dan Jepang pada rentang 2022 hingga 2023.
Suara.com - Industri perfilman laga Tanah Air patut berbangga karena talenta sineas Indonesia terus membuktikan tajinya di kancah global.
Salah satu sosok yang sukses mencuri perhatian dunia adalah Juan Azmi, seorang aktor sekaligus pengarah laga (action director) yang berhasil memborong enam penghargaan internasional melalui film independen bertajuk The Kick of 3 Dragons.

Pria kelahiran 26 Oktober 1986 yang memiliki nama asli Khairul Azmi ini memulai langkah besarnya dari Bireuen, Aceh, sebelum akhirnya mantap berkarier di Jakarta.
Dalam film The Kick of 3 Dragons, Juan tidak sekadar tampil di depan layar sebagai pemeran utama bernama Ares.
Lebih dari itu, ia merangkap tugas krusial sebagai penulis skenario sekaligus meracik koreografi pertarungan yang intens.
Kehebatan koreografi laga yang disajikan Juan tentu bukan tanpa alasan.
Ia merupakan penyandang sabuk hitam seni bela diri Shorinji Kempo dan bernaung di bawah Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) serta World Shorinji Kempo Organization (WSKO).
Latar belakang bela diri inilah yang menjadi fondasi kuatnya dalam mengawinkan teknik pertarungan fisik dengan estetika sinematik di depan kamera.
Dedikasi total Juan beserta tim produksi akhirnya berbuah manis dari tahun 2022 hingga awal 2023.
Karya mereka sukses menaklukkan tiga festival film di tiga negara berbeda.
Rangkaian prestasi ini bermula di Trash Film Festival, Kroasia pada September 2022, dengan raihan piala Best Movie Chosen by Audience dan Best Martial Arts Movie.
Kesuksesan berlanjut ke Amerika Serikat pada November 2022.

Lewat ajang Urban Action Showcase International Action Film Festival di New York, film ini memboyong trofi Blood Sweat N Bones Short Film Competition dan Best Martial Arts Film.
Tak berhenti di situ, pada Januari 2023, Tokyo Film Awards di Jepang turut memberikan predikat Silver Winner untuk kategori Best Action dan Best Short Movie.
Deretan pencapaian gemilang ini semakin mengukuhkan nama Juan Azmi di industri perfilman aksi independen.
Keterlibatannya yang serbabisa menjadi bukti nyata bahwa kreativitas sineas lokal memiliki kualitas yang pantas bersaing di panggung layar lebar internasional.